Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Gagalkan Ambisi Bank Sumsel Babel, Bhayangkara Samator Rengkuh Gelar Keenam Proliga
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1573
mod_vvisit_counterYesterday3459
mod_vvisit_counterThis week16734
mod_vvisit_counterThis month47712
mod_vvisit_counterAll5076932

sloganvoli.jpg

Gagalkan Ambisi Bank Sumsel Babel, Bhayangkara Samator Rengkuh Gelar Keenam Proliga PDF Print E-mail
Written by Nindy   
Monday, 16 April 2018

SAMATOR18

Foto by Nyndy 

volimania.org, Yogyakarta- Surabaya Bhayangkara Samator membuktikan diri sebagai tim terkuat di Proliga 2018. Di partai puncak yang berlangsung Minggu, 15 April 2018 dan dihadapan 6000 volimania di GOR Amongrogo, Bhayangkara Samator mengagalkan usaha Palembang Bank Sumsel Babel untuk menjadi kampiun dalam pertandingan yang berkesudahan dengan 3-1 (25-22, 25-16, 23-25, 30-28).

Bhayangkara Samator tampil mendominasi di dua set awal. Penerimaan bola pertama yang berjalan baik membuat dua setter mereka, Nicolas dan Nizar Julfikar dapat dengan mudah mengatur pola serangan. Alhasil, spike-spike keras Rendy Tamamilang dan Rivan Nurmulki tak mampu diredam dan mendarat telak di area pertahanan Bank Sumsel Babel.

Kejelian blocker Mahfud Nurcahyadi dan Yuda Mardiansyah yang mampu membaca serangan lawan juga menjadi faktor lain sulitnya Bank Sumsel Babel membongkar pertahanan tim asal Driyorejo tersebut.

Tertinggal 0-2 membuat Bank Sumsel Babel harus memenangi set ke 3 untuk menjaga asa. Perubahan signifikan diambil pelatih Samsul Jais dengan menarik keluar legian asing miliknya, Martin Nemec dan Joao Gabriel. Dengan komposisi tersebut, praktis Bank Sumsel Babel turun dengan pemain lokal.

Strategi tersebut berhasil membuat Bank Sumsel Babel mampu menempel ketat perolehan angka Bhayangkara Samator di set ketiga. Puncaknya ketika Sigit Ardian mampu dengan cepat memanfaatkan bola tanggung dari tidak sempurnanya receive libero Bhayangkara Samator, Henry Novian. Bank Sumsel Babel menang 25-23, sekaligus mengubah kedudukan 1-2.

Tak ingin kecolongan lagi, anak asuh Ibarsyah Djanu langsung tancap gas dengan memimpin perolehan angka 13-6 di set keempat. Namun, lagi-lagi keinginan untuk segera memenangkan pertandingan membuat pemain Bhayangkara Samator bermain tergesa-gesa, hal tersebut mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Bank Sumsel Babel untuk memangkas perolehan angka bahkan menyamakan kedudukan menjadi 17-17.

Skor ketat bahkan berlangsung mendekati akhir set. Spike Joao Gabriel berhasil menahan laju perolehan angka Bhayangkara Samator sekaligus memaksakan deuce saat kedudukan 24-24.

Pertandingan semakin sengit saat kedua tim silih berganti melancarkan serangan dan memiliki poin yang sama. Adalah Yuda Mardiansyah yang akhirnya membuat gemuruh supporter Bhayangkara Samator yang memadati GOR Amongrogo pecah usai blocknya berhasil menahan quick spike Rian Irawan.

Pelatih Bhayangkara Samator, Ibarsyah Djanu mengaku puas dan bersyukur atas prestasi yang diraih para pemainnya.

“Kami sangat bersyukur bisa kembali meraih gelar juara,” ungkap Ibarsyah saat ditemui usai pertandingan.

Evaluasi dan memperkuat 3 teknik dasar, yaitu service, receive dan block menjadi kunci kemenangan Bhayangkara Samator.

“Kami selalu melakukan evaluasi dan mengasah pada 3 teknik dasar itu. Dan hasilnya terlihat di dua set awal, service, receive dan block berjalan baik. Tapi di set ketiga anak-anak terlalu ingin cepat menang dan tergesa-gesa,” lanjutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Samsul Jais, pelatih Bank Sumsel Babel tetap memberikan apresiasi terhadap penampilan anak asuhnya, meski gagal naik ke podium tertinggi Proliga 2018.

“Bersyukur kami bisa melewati setiap pertandingan dengan baik. Kami nyaris gagal lolos ke Grand Final, tapi akhirnya anak-anak mampu membalikkan prediksi dan keadaan,” ucap Samsul Jais.

Menyoroti penampilan para pemainnya di pertandingan Grand Final, pelatih yang tahun lalu membawa Timnas Putra Indonesia meraih peringkat 4 Kejuaraan Asia ini mengakui jika performa timnya tidak maksimal.

“Di dua set awal, anak-anak bermain tak sebaik pertandingan sebelumnya (Final 4), mereka kurang all out dan kerap membuat kesalahan sendiri. Sementara Samator, harus diakui mereka bermain baik terutama di receive,” tambahnya.

Kemenangan ini mengukuhkan Surabaya Bhayangkara Samator sebagai tim putra dengan raihan gelar Proliga terbanyak. Sudah 6 kali tim kebanggaan Jawa Timur ini meraih juara, yakni pada 2004, 2007, 2009, 2014, 2016 dan 2018.

BESTPA

Foto by Nindy 

Tak hanya meraih gelar juara, Bhayangkara Samator juga berhasil menyabet gelar pemain terbaik atau MVP yang berhak disandang Rivan Nurmulki dan pelatih Ibarsyah Djanu dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik.

Bhayangkara Samator berhak pula atas hadiah sebesar Rp 200 juta, sementara Bank Sumsel Babel mendapatkan Rp 100 juta. Jakarta Pertamina Energi sebagai juara 3 diganjar hadiah Rp 75 juta. (ndy)

Peringkat Akhir Proliga 2018:
1. SURABAYA BHAYANGKARA SAMATOR
2. PALEMBANG BANK SUMSEL BABEL
3. JAKARTA PERTAMINA ENERGI
4. JAKARTA BNI TAPLUS

Last Updated ( Monday, 16 April 2018 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=