Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profesional Liga arrow Penataan Sistem Kompetisi dan Aturan Transfer Pemain
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday322
mod_vvisit_counterYesterday2336
mod_vvisit_counterThis week5103
mod_vvisit_counterThis month48176
mod_vvisit_counterAll5771099

sloganvoli.jpg

Penataan Sistem Kompetisi dan Aturan Transfer Pemain PDF Print E-mail
Written by marto   
Monday, 13 November 2006

Jakarta, Ario -Terbersit dalam pemikiran saya bahwa kompetisi Bola Voli di Indonesia begitu beragam hingga kita sulit memprediksi perkumpulan bola voli mana yang memang betul-betul mempunyai produktif mencetak pemain atau perkumpulan kaya modal yang mampu membeli pemain.

 

Dalam ajang Proliga bisa kita lihat mana perkumpulan yang betul-betul membina seperti Samator Surabaya-Yuso Jogjakarta-Bandung Tectona-Gresik Phonska atau klub kaya modal seperti Bank BNI,Bank JABAR,dan seperti pendatang baru Bank JATIM yang bisa membeli atlet jadi dari perkumpulan pembinaan. Maka dalam ajang kompetisi tertinggi PP.PBVSI seperti Proliga pasti bisa dikuasai oleh perkumpulan kaya modal ketimbang perkumpulan pembinaan.

 

Oleh karena itu ada harapan dari saya agar kompetisi Proliga bisa membuat dua format kompetisi yaitu: PROLIGA Super Champhionship dimana boleh menggunakan pemain asing dan pemain lokal yang dibeli/dikontrak dengan jangka waktu pendek minimal 1 tahun dan kompetisi PROLIGA National Champhionship dimana tidak ada pemain asing dan pemain lokal dengan kontrak pendek. Hingga kita bisa tahu perkumpulan mana yang benar-benar TERBAIK. Penataan kompetisi juga menjadi acuan pembinaan, dimana struktur LIVOLI-Kejurnas dan Proliga harus dibuatkan peraturan kwalifikasi perkumpulan mana yang layak main di Proliga-Livoli dan Kejurnas.

 

Sorotan lain yaitu Transfer pemain lokal yang mana saat ini masih belum jelas regulasi mana yang harus dipakai, dan ini juga menjadi bumerang bagi seluruh pemain dan perkumpulan bola voli di Indonesia. Ada pemain yang bisa main di Livoli dengan perkumpulan A tapi pada saat Proliga bisa bermain di perkumpulan B padahal perkumpulan A dan B ada di Proliga.

 

Mudah-mudahan kelak sistem kompetisi dan peraturan perpindahan pemain bisa menjadi agenda utama PP.PBVSI pada saat Mukernas/Rakernas hingga kelak bisa menjadi panutan sistem pembinaan bola voli di Tanah Air. Ario Satrio

 
Last Updated ( Tuesday, 14 November 2006 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=