Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Manca Negara arrow Selangkah Lagi Brasil Ciptakan Sejarah
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1841
mod_vvisit_counterYesterday2282
mod_vvisit_counterThis week1841
mod_vvisit_counterThis month42654
mod_vvisit_counterAll5968323

sloganvoli.jpg

Selangkah Lagi Brasil Ciptakan Sejarah PDF Print E-mail
Written by benny   
Thursday, 16 November 2006
Osaka, Rabu - Tim favorit Brasil tinggal selangkah lagi menciptakan sejarah di Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri 2006. Pada semifinal lawan tim Serbia-Montenegro di Osaka, Jepang, Rabu (15/11), anak asuh Pelatih Jose Guimaraes ini unggul 3-1 (25-17, 25-14, 21-25, 25-20).

Brasil memanfaatkan kegugupan pemain Serbia-Montenegro, yang baru pertama kali mencapai semifinal kejuaraan dunia, dengan kemenangan telak di dua set awal. Sempat kehilangan kendali pada set ketiga, mereka menutup set keempat dengan kemenangan.

Kami menang tanpa kesulitan di dua set awal, tetapi mulai banyak melakukan kesalahan pada set ketiga. Kami bisa berkonsentrasi lagi pada set keempat, itu alasan kami bisa menang, ujar setter yang juga kapten tim Brasil, Helia Fafao Souza.

Menurut Guimaraes, inilah saatnya putri Brasil membuat sejarah. Saya memenangi emas Olimpiade 1992 bersama tim putra. Dari situ kami mulai membangun tim putri dan belajar bagaimana kami bisa memenangi sebuah turnamen, ujarnya.

Tim putri Brasil memiliki tradisi bola voli yang kuat, dan datang ke Jepang sebagai favorit juara setelah memenangi gelar juara Grand Prix Dunia yang ketiga secara berturut-turut tahun ini, atau yang keenam dalam sejarah keikutsertaan mereka.

Akan tetapi, hingga kini mereka belum pernah sekali pun merebut gelar di kejuaraan bergengsi, yaitu Olimpiade dan kejuaraan dunia. Prestasi terbaik sebelum ini adalah finalis Kejuaraan Dunia 1994 di kandang serta meraih medali perunggu di Olimpiade Atlanta 1996 dan Sydney 2000.

Kemenangan di semifinal adalah kemenangan ke-10 berturut- turut Brasil selama kejuaraan dunia. Mereka menjadi satu-satunya tim yang tak terkalahkan, dan dapat melengkapi gelar itu jika memenangi partai final melawan pemegang medali perak Olimpiade Athena 2004 dan juara dunia lima kali, Rusia.

Rusia lolos ke final berkat kemenangan mudah atas juara bertahan Italia, 3-0 (25-19, 25-16, 25-20). Seperti janjinya, Pelatih Rusia Giovanni Caprara menurunkan bintang mereka, Lioubov Shashkova, yang absen karena cedera saat Rusia kalah dari Brasil pada pertandingan sebelumnya.

Masuknya Shashkova mendongkrak penampilan Rusia. Spiker kawakan ini menyumbangkan 21 angka, atau hampir sepertiga dari perolehan total 75 angka Rusia. Sebaliknya, pertahanan Italia sedikit rapuh karena bloker utama Paola Paggi belum pulih benar dari cedera kaki saat melawan Jepang.

source: Kompas 

Last Updated ( Thursday, 16 November 2006 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=