Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Manca Negara arrow Rusia Buyarkan Impian Brasil
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday783
mod_vvisit_counterYesterday1888
mod_vvisit_counterThis week9510
mod_vvisit_counterThis month13379
mod_vvisit_counterAll6440032

sloganvoli.jpg

Rusia Buyarkan Impian Brasil PDF Print E-mail
Written by benny   
Saturday, 18 November 2006
Osaka, Kamis - Impian tim putri Brasil untuk meraih gelar pertama di Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri 2006 terhenti di tangan Rusia. Rusia membalas kekalahan mereka dari Brasil di putaran kedua lewat pertarungan ketat selama lima set, 3-2 (15-25, 25-23, 25-18, 20-25, 15-13), pada babak final di Osaka, Kamis (16/11).

Partai puncak kedua tim berjalan menegangkan dan di set terakhir, tak ada tim yang mampu unggul lebih dari dua angka. Rusia tertinggal dulu 11-13, tetapi smes keras spiker jangkung Ekaterina Gamova mengawali perolehan empat angka terakhir Rusia untuk menyelesaikan final yang berlangsung 110 menit.

"Tugas saya adalah melakukan smes. Saya berulang kali bermain lawan Brasil sejak masih kanak- kanak. Kadang menang, kadang kalah, tetapi kami selalu berusaha menang," ujar Gamova, atlet berusia 26 tahun yang tinggi tubuhnya 2,02 meter ini.

Pelatih Rusia Giovani Caprara menyebut kunci kemenangan mereka ada pada trio spiker, Gamova, Lioubov Shashkova, dan Elena Godina. Ketiganya menyumbang 60 dari 77 angka Rusia di final. Sebanyak 23 angka Rusia lainnya diperoleh dari kesalahan para pemain Brasil.

"Alasan sederhana kami menjadi juara adalah Godina, Gamova, dan Shashkova. Mereka sedang berada di puncak prestasi dan tampil habis-habisan untuk menang," ujarnya.

Caprara menyebut Shashkova layak dinobatkan sebagai pemain terbaik. "Jika bukan dia yang menang, tak ada pemain lain yang bisa," ujarnya.

Ini adalah gelar bergengsi pertama Rusia setelah runtuhnya Uni Soviet. Sebelumnya prestasi terbaik Rusia adalah peringkat tiga kejuaraan dunia 1994, 1998, dan 2002, serta medali perak Olimpiade Barcelona 1992, Sydney 2000, dan Athena 2004. Namun, sebagai Uni Soviet mereka adalah lima kali juara dunia dan meraih empat emas Olimpiade.

Kegagalan ini memupus impian Brasil meraih gelar bergengsi. Mereka mendominasi Grand Prix Dunia tiga tahun terakhir, tetapi belum sekalipun memenangi emas Olimpiade atau juara dunia. "Saat kami menang di putaran kedua, Shashkova tak main. Kehadirannya membuat banyak perbedaan," ujar Pelatih Brasil Jose Guimaraes.

source: kompas 

Last Updated ( Monday, 20 November 2006 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=