Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Voli Pantai arrow Tak Canggung Lawan Pemain Jangkung
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2051
mod_vvisit_counterYesterday1939
mod_vvisit_counterThis week7896
mod_vvisit_counterThis month36277
mod_vvisit_counterAll5699622

sloganvoli.jpg

Tak Canggung Lawan Pemain Jangkung PDF Print E-mail
Written by benny   
Monday, 20 November 2006
JAKARTA - Dua pekan menempa diri di Pantai Kuta, Bali, banyak memberi manfaat. Tak hanya teknik Agus Salim dkk semakin matang, tapi kepercayaan diri Tim Voli Pantai Indonesia pun semakin tinggi. Ini tak lepas dari kedatangan Timnas Australia yang mendampingi latihan mereka.

"Sebelumnya, saya sempat khawatir anak-anak akan menemukan masalah menghadapi lawan jangkung. Namun, hasil latihan di Bali menunjukkan kalau mereka cukup matang menghadapi lawan yang lebih tinggi," papar Slamet Mulyanto, pelatih Timnas Voli Pantai Indonesia. Saat ini, Slamet mendampingi pelatih asing asal Australia, Steve Andersen.

Keyakinan itu didasarkan hasil latihan selama tiga hari bersama Shanon Sunker/Steve Hannan, pasangan asal Australia. Mereka adalah tim ketiga voli pantai Negeri Kanguru. Namun, skill mereka cukup bagus untuk menghadirkan atmosfer yang kompetitif bagi Agus dkk. Steve misalnya. Dia memiliki tinggi 205 cm yang bisa dimaksimalkan untuk menghadapi lawan jangkung.

"Menghadapi lawan yang memiliki postur lebih baik, anak-anak haus lebih pandai dalam memilih strategi bertanding. Mereka harus memiliki banyak kombinasi dalam menyerang, tidak hanya melakukan spike," papar Slamet.

Di Asian Games nanti, Indonesia akan menurunkan Andi Ardiansyah yang berpasangan dengan Koko Prasetyo. Sementara, Supriyadi berpasangan dengan Agus Salim. Tidak ada pembedaan prioritas pada kedua pasangan ini. Mereka dinilai sama-sama memiliki peluang besar untuk mempersembahkan medali.

Selama di Bali, kedua pasangan tersebut dilatih untuk pandai membaca strategi permainan lawan. Ketika satu strategi menyebabkan lawan menapatkan dua poin, mereka harus mengubahnya.

"Selama ini, anak-anak monoton ketika menghadapi lawan yang tangguh. Di Asian Games, saya berharap mereka bisa bermain lebih variatif," lanjut Slamet.

Selama ini, spike target placing menjadi andalan Indonesia untuk mendapatkan poin. Padahal, spike touch out, placing, dan moving spike, adalah senjata lain yang tidak kalah ampuh untuk meraup poin. tentu saja sesuai dengan strategi lawan.

Voli pantai adalah salah satu cabang dengan peserta paling banyak. Undian baru dilakukan 1 Desember mendatang, pertandingan perdana digelar sehari kemudian. Format pertandingan adalah sistem gugur dobel eleminasi.

"Ini memungkinkan dua pasang wakil kita untuk bertemu di partai puncak," yakin Slamet.

Untuk meningkatkan motivasi pemain, Tim Voli Pantai Indonesia memiliki kiat khusus. Kemarin, mereka diberi kesempatan libur ke kampung halaman masing-masing. Para pemain diberi kesempatan menjenguk keluarga masing-masing meminta doa restu. Ini cukup istimewa dibandingkan atlet cabang lain yang harus berpisah dengan keluarganya selama berbulan-bulan. Salah satunya adalah andalan Indonesia di balap sepeda, Uyun Muzizah, harus berpisah dengan suaminya selama hampir setengah tahun untuk menjalani pemusatan latihan di Swiss. Dia langsung bertolak ke Qatar dari Swiss.

Cabang voli pantai ditarget mempertahankan medali perak, seperti yang mereka pada Asian Games 2002 lalu. Seperti halnya pada cabang lain, Tiongkok menjadi calon lawan paling berat bagi Andi dkk.

source: Jawa Pos 

Last Updated ( Monday, 20 November 2006 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=