Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow PIala Asia arrow Hu Xinyu: Tak Ada Lawan yang Ringan
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1699
mod_vvisit_counterYesterday1748
mod_vvisit_counterThis week15018
mod_vvisit_counterThis month28110
mod_vvisit_counterAll5691455

sloganvoli.jpg

Hu Xinyu: Tak Ada Lawan yang Ringan PDF Print E-mail
Written by benny   
Wednesday, 29 August 2007
Jakarta - Penunjukan Indonesia sebagai tuan rumah Kejuaraan Bola Voli Putra Asia 2007 di satu sisi menguntungkan karena tim nasional langsung masuk ke delapan besar. Namun, di sisi lain, Erwin Rusni dan kawan-kawan langsung berhadapan dengan lawan berat. "Tidak ada lawan yang ringan di babak delapan besar. Jepang, Korea Selatan, China, Iran, atau India semuanya tim yang bagus dan sangat berat untuk dikalahkan," ujar Pelatih Nasional Hu Xinyu di Jakarta, Selasa (28/8).

Apalagi, dari 12 pemain tim nasional yang didaftarkan, hanya empat yang pernah merasakan atmosfer Kejuaraan Asia di Thailand, dua tahun lalu. Mereka adalah Aris Achmad Rizqon, Joni Sugiyatno, Joko Murdianto, dan Nyoman Rudi Tirtana.

"Sebagian besar anggota tim adalah pemain muda yang belum berpengalaman tampil di ajang sebesar ini. Kami harus berjuang keras, bermain sebaik-baiknya, dan berkonsentrasi penuh di setiap pertandingan," ujar pelatih asal China ini.

Sebagai tuan rumah, Indonesia langsung masuk babak delapan besar bersama tiga tim terbaik Kejuaraan Asia 2005, yaitu Jepang, Korea Selatan, dan China. Ke-13 peserta lain berebut empat tempat tersisa di babak pertama yang terbagi dalam empat grup.

Di babak delapan besar yang berlangsung dengan sistem setengah kompetisi, Indonesia akan menghadapi pemenang Grup A, yang ditempati Thailand atau Arab Saudi. Setelah itu melawan juara Grup C yang kemungkinan diisi oleh Qatar atau Taiwan, sebelum menghadapi China.

Menghadapi tim-tim terbaik Asia yang punya postur tubuh lebih tinggi daripada pemain Indonesia, kapten tim Erwin Rusni mengatakan, jalan terbaik adalah melawan dengan serangan yang bervariasi. Namun, masih ada hambatan dalam menjalankan strategi ini.

"Kelemahan utama kami adalah penerimaan bola pertama. Jika receive-nya buruk, tak ada pilihan lagi selain memberi umpan smes terbuka. Serangan ini sulit menembus pertahanan lawan yang punya blok tinggi. Kami harus memainkan kombinasi serangan yang bervariasi," ujarnya.

Andri

Sehari menjelang batas pendaftaran pemain, tim pelatih mencoret Andri dari daftar pemain. Menurut Manajer Timnas Nyoman Sukesna, Andri terpaksa dicoret karena setiap tim hanya diizinkan membawa 12 pemain.

"Tim bola voli modern membawa komposisi tiga quicker dan tiga spiker. Kami punya masing-masing empat pemain di posisi itu, namun spiker Aris Rizqon punya kelebihan dalam bertahan. Karena itu, terpaksa Andri tidak kami bawa," ujar Nyoman.

Menurut Hu Xinyu, meski Aris baru pulih dari cedera, tenaganya dibutuhkan untuk melapis libero Fadlan Abdul Karim. "Kualitas Andri sama bagusnya dengan yang lain, tetapi kami membutuhkan pemain yang juga bagus dalam bertahan," ujar Hu.

sumber: kompas.com
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=