Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow PIala Asia arrow Iran berjuang Keras Hadapi Perlawanan Vietnam
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday615
mod_vvisit_counterYesterday2061
mod_vvisit_counterThis week2676
mod_vvisit_counterThis month43312
mod_vvisit_counterAll5640856

sloganvoli.jpg

Iran berjuang Keras Hadapi Perlawanan Vietnam PDF Print E-mail
Written by benny   
Sunday, 02 September 2007
Kapanlagi.com - Iran, salah satu tim tangguh Asia, dipaksa bermain empat set sebelum mengalahkan Vietnam dengan skor 3-1 (25-17, 25-16, 23-25, 25-14) pada pertandingan hari pertama Kejuaraan Bola Voli Asia Putra Pool B di Gedung Istora Senayan Jakarta, Jumat. Di pertandingan yang sepi penonton itu, Iran yang diperkuat empat pemain dengan tinggi tubuh dua meter ke atas, sempat kehilangan momentum yang membuat Vietnam berhasil mengembangkan permainan untuk merebut set ketiga.

Pada set pertama, Vietnam meraih dua angka pertama dan memimpin 6-4, sebelum Iran mengejar ketinggalan dan berbalik memimpin 7-6.

Untuk selanjutnya, Iran yang tampil di peringkat ketiga di Kejuaraan Asia 2003 di Cina itu tidak lagi memberi peluang kepada Vietnam untuk merebut set pertama dengan skor 25-17.

Pada set kedua, Vietnam yang tidak mempunyai satu pun pemain dengan tinggi badan diatas dua meter itu, berhasil memperlihatkan perlawanan gigih ketika unggul lebih dulu 8-7.

Namun melalui smes-smes yang tajam dan menukik, Iran secara perlahan tapi pasti membalikkan keadaan untuk berbalik unggul dan menyudahi set kedua dengan skor 25-16.

Iran tampak kehilangan momentum pada set ketiga sehingga Vietnam yang kalah postur tubuh, kembali memberikan perlawanan sengit dan menyamakan kedudukan 7-7.

Vietnam yang memanfaatkan kesalahan yang dilakukan oleh beberapa pemain Iran, mampu mempertahankan keunggulan dan tidak terkejar lagi untuk merebut set ketiga dengan skor ketat 25-23.

Pada set keempat yang menentukan, Iran berada di peringkat enam di Kejuaraan Asia 2005 lalu itu, tidak lagi memberi kesempatan kepada lawan untuk bangkit.

Dimotori kapten Peyman Akbari, Iran yang sempat tertahan 6-6, kemudian melaju dan tidak tertahankan lagi untuk merebut set penentuan dengan skor telak 25-14 dan sekaligus memastikan kemenangan.

Usai pertandingan, pelatih kepala Iran Gajic Goran mengakui bahwa mereka memang sempat bermain buruk pada set ketiga yang berakibat bangkitnya permainan Vietnam.

"Tapi saya gembira karena kami bisa merebut kemenangan pada pertandingan pertama. Kemenangan pertama ini tentu mempunyai efek psikologis yang baik untuk menghadapi pertandingan selanjutnya," kata Goran.

"Kami memang banyak membuat kesalahan pada set ketiga, terutama pada saat bertahan, tapi saya itu adalah hal yang wajar di setiap pertandingan," katanya menambahkan.

Kapten tim Akbari juga mengakui bahwa mereka kehilangan momentum dan banyak membuat kesalahan pada set ketiga. "Tapi kami akan mencoba untuk tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya," kata Akbari kepada wartawan.

Sementara itu pelatih kepala Vietnam, Nguyen Manh Hung mengakui bahwa telah mendapat kesulitan untuk mengimbangi Iran yang merupakan salah satu kekuatan voli di Asia.

""Kami hanya beruntung bisa merebut set ketiga karena kebetulan Iran bermain buruk," kata Nguyen.

Pada pertandingan berikutnya, Sabtu (1/9) Iran akan berhadapan dengan Pakistan, sementara Vietnam baru akan kembali bertanding keesokan harinya, Minggu (2/9) menghadapi Pakistan.

Pada pertandingan lainnya di Pool D yang berlangsung pada saat yang sama di Gedung Tenis Tertutup, Australia menang 3-1 atas India (22-25, 25-19, 25-18, 25-23).

Di Istora, saat ini masih berlangsung pertandingan antara Qatar, semifinalis Asian Games Doha 2006 menghadapi Taiwan, kemudian disusul pertandingan antara Thailand vs Srilanka.

Pada saat yang sama di Gedung Tenis Tertutup, akan saling berhadapan Kuwait vs Kazakhstan.

sumber: KapanLagi.com
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=