Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow PIala Asia 2007 Jakarta arrow Indonesia Telan Pil Pahit Pada Laga Kedua
Skip to content

sloganvoli.jpg

Indonesia Telan Pil Pahit Pada Laga Kedua PDF Print E-mail
Written by Esti Fauziah   
Wednesday, 05 September 2007

Dihempaskan Taipei 3-2 

Diprediksikan oleh asisten pelatih Machfud Irsyada 60-40 untuk Taipei, pada kenyataannya di lapangan Indonesia memang harus mengakui keunggulan tim yang negerinya belum lama lepas dari Inggris itu. 

Dalam laga kedua grup E Sampoerna Hijau Asian Volleyball Championship 2007, timnas kita memang tidak menyerah dengan mudah, sehingga pertandingan berlangsung dalam 5 set yang masing-masing berlangsung cukup seru dan alot dengan skor akhir 2-3 (17-25, 25-17, 31-33, 25-21, 18-16).

Dengan starter yang sama persis seperti pada laga perdana, yaitu setter Didi Irwandi, Joni Sugiyatno, Joko Murdianto, Rudi Tirtana, Affan Priyo W., M. Riviansyah dan libero Fadlan Abdul Karim, Indonesia mengawali perjuangannya Selasa kemarin dengan kurang baik. Seolah belum panas, serangan tim mudah terbaca dan pertahanan juga relatif mudah ditembus. Alhasil, Taipei yang menurunkan kapten Hung Jung Chung, Lu Ching Chuang, Chiang Tien Yu, Chao Tsung Hao, Kan Ping Tsung, Wang Ming Chun, serta libero Chen Yu Sheng sebagai starternya selalu unggul dalam pengumpulan angka, 6-8, 7-11, 10-16, 14-21, sebelum akhirnya Taipei menutup set pertama dengan skor 25 – 17.

Karena beberapa receive-nya yang kurang bagus serta penempatan smeshnya yang juga sering keluar lapangan, pelatih Indonesia mengganti Joko Murdianto dengan Nur Widiyanto sebelum technical time out yang kedua.

Pertukaran pemain juga mewarnai kubu Taipei yaitu Kan Ping Tsung yang diganti dengan Chien Wei Lun saat skor 14-21 untuk keunggulan timnya. Set kedua merupakan titik balik performa timnas kita. Walaupun sempat ditempel ketat dalam pengumpulan skor hingga 8-7 untuk keunggulan Indonesia, namun setelahnya Didi dkk selalu unggul, 14-9, 19-14, hingga 25-17. Pada set ini Taipei memanfaatkan dua kali time out serta mengganti Kan Ping Tsung dengan Chang Chien Pang dan Chao Tsung Hao  dengan Tsai Han Yi.  

Set ketiga berjalan cukup alot. Hal ini tercermin dari pengumpulan angka yang sangat ketat dari awal set. Tercatat dua kali service anak-anak asuhan head coach Hu Xin Yu ini langsung berbuah angka hingga Indonesia menyamakan kedudukan menjadi 16-16. Seusai Nur Widayanto service, Aris Achmad Risqon masuk untuk memperkuat pertahanan. Agaknya memang masih riskan untuk menurunkan Aris di posisi depan mengingat cederanya yang belum 100% pulih. Sejak poin 18-19, kedua tim bergantian mengumpulkan poin satu demi satu. Indonesia sempat unggul 21-20 sebelum Taipei meminta time out dan akhirnya menyusul bahkan unggul 21-22, namun smes keras dari Rudi –yang sementara adalah top scorer tim Indonesia- membuat Indonesia menyamakan kedudukan 22-22.

Indonesia banyak mencetak poin dari smes yang masuk, namun sebaliknya, blok dan receive yang juga mudah ditembus membuat poin kita kembali disusul. Pola ini terus berlanjut, hingga memaksa deuce hingga 7 kali. Giliran Affan dengan smesnya membuat Indonesia menyamakan kedudukan kembali, 28-28. Beruntung service dari kapten Taipei Hung Jung Chung yang keluar membuat skor menjadi 30-30. Namun sepertinya keberuntungan seperti tadi tidak terulang lagi pada set ini. Hanya sempat menambah 1 poin lagi, Indonesia kemudian harus kalah 31-33. 

Set keempat kembali berjalan ketat. Pola yang sama dengan set sebelumya kembali terulang. Namun kali ini timnas terbukti tampil lebih baik. Ditambah kesalahan sendiri yang sering dibuat Taipei membuat tim merah-putih mengambil set ini dengan skor 25-21. Set penentuan sebenarnya juga berlangsung cukup alot. Pelatih Hu Xin Yu sama sekali tidak melakukan pergantian pemain, hal yang belakangan diakui cukup aneh oleh beberapa pemain, mengingat permainan tim yang kurang berkembang.

Affan yang pada laga perdana sebelumnya cukup sering melakukan serangan, pada pertandingan kemarin kurang terlihat serangannya. Kesalahan sendiri kerap dilakukan pasukan merah putih, bahkan pada poin-poin kritis. Pada poin penting pula, keputusan wasit sempat mengundang protes dari kubu Indonesia. Saat smesh keras dari timnas menghujam garis belakang lapangan lawan, linesman menurunkan bendera merah tanda masuknya bola, namun wasit mengangkat tangan kirinya ke arah sisi lapangan lawan kemudian mengangkat kedua telapak tangannya menghadap wajah yang berarti poin untuk Taipei karena bola tersebut dianggap keluar. Diiringi cemoohan penonton, pemain Indonesia mengajukan protes karena menganggap sudah terjadi touch ball oleh pemain Taipei terlebih dulu, namun wasit tidak menggubrisnya.

Tak lama service dari Joni dan Didi –yang adalah best server pada Proliga 2007 kemarin- yang out yang membuat Taipei menyamakan kedudukan 16-16. Ternyata poin Indonesia hanya terhenti sampai di sana. 2 kali smes keras yang tidak terbendung blok membuat Taipei menutup set ini dengan sorak kemenangan di tengah sepinya penonton Indonesia yang terhenyak, 18-16 untuk Taipei. Namun keheningan hanya berlangsung sesaat karena langsung terdengar cemoohan dari sebagian penonton, ”wasit goblok.. wasit goblok!”.

Walau pil pahit kekalahan yang kali ini harus ditelan Indonesia, tercatat kesalahan elementer yang pada laga perdana sebelumnya cukup sering terlihat, yaitu kurang akuratnya service-service pemain, pada laga kedua kemarin hal ini jelas terlihat berkurang. Tercatat Rivi 3 kali dan Nur 2 kali memberikan poin sia-sia pada lawan dengan servicenya yang keluar atau membentur net dan jatuh ke bidang lapangan sendiri. Hal ini juga diakui oleh pelatih Taipei hen Chung Liang.

Lebih lanjut pada konferensi pers setelah pertandingan, ia mengakui pemain dengan nomor punggung 8 dan 17 bermain cukup baik, yang dimaksud adalah Rudi Tirtana dan Joni Sugiyatno. Sementara itu menghadapi laga terakhir di grup E hari ini (6/9), Asisten pelatih timnas Machfud Irsyada menginstruksikan pasukan timnas untuk main lepas.

”Di atas kertas, tim China lebih unggul dari kita. Dari segi postur, pengalaman bertanding, dan kemampuan, mereka masih di atas kita”, jelas Machfud. ”Jadi, anak-anak main bebas saja”, lanjut Machfud. Machfud Irsyada memprediksikan hasil pertandingan hari ini 70 : 30 untuk China. Terakhir kali timnas bertemu China adalah pada prakualifikasi kejuaraan dunia voli di India tahun 2005. Saat itu timnas kalah 3-0. (didi)

Last Updated ( Wednesday, 05 September 2007 )
 
< Prev   Next >