Tiket ke Olimpiade Beijing Digenggam Serbia dan Jepang
Written by benny   
Sunday, 01 June 2008
KapanLagi.com - Peraih medali perunggu dunia, Serbia dan Jepang memperoleh tiket ke bola voli putri Olimpiade Beijing, setelah mereka meraih kemenangan kelima di putaran final kualifikasi, Jumat (23/5). Serbia mengalahkan Puerto Rico 25-12, 28-18, 25-18, sementara Jepang menundukkan musuh bebuyutannya, Korea Selatan, 25-20, 25-19, 21-25, 25-13 untuk tetap tak terkalahkan dalam kompetisi delapan tim yang diselenggarakan setengah kompetisi.

Para pemenang turnamen tersebut, bersama negara negara Asia yang menempati posisi terbaik dan dua tim yang menempati posisi terbaik lainnya dari enam negara lainnya, lolos ke Olimpiade Beijing.

Polandia menaklukkan Thailand 18-25, 25-14, 25-19, 25-23 dan hampir lolos ke Beijing dengan rekor menang-kalah 4-1, mengungguli Republik Dominika dan Korea Selatan dengan 2-3, Thailand dan Puerto Rico 1-4, dan Kazakhstan 0-5.

Sebelumnya pada hari tersebut, harapan Kazakhstan untuk menuju Beijing pupus setelah mereka dikalahkan 25-20, 25-22, 2517 oleh Republik Dominika.

"Saya tidak dapat menjelaskan perasaan saya. Saya merasakan kebahagiaan yang belum pernah saya rasakan sebelumnya dalam hidup saya pergi ke Olimpiade," kata pemain penyerang Serbia, Jelena Nikolic.

Ia mengatakan tim telah bermain "dengan satu hati", seraya menambahkan, "Kami banyak mendapat tekanan, tetapi kami menunjukkan bahwa kami adalah tim besar."

Sejak diangkat menjadi pelatih Serbia tahun 2002, Zoran Terzic mengungkapkan bahwa timnya telah lolos ke setiap turnamen besar dan meraih medali perak di kejuaraan Eropa dan medali perunggu di kejuaraan dunia.

"Ini untuk pertama kalinya dalam sejarah Serbia bahwa tim bola voli nasional lolos ke Olimpiade. Kami membuat sesuatu yang khusus, sudah tentu, kami sangat senang karenanya," katanya.

Sementara itu, kapten Jepang, Yoshie Takeshita, memantapkan dirinya di depan para penonton pendukungnya.

"Benar-benar berat untuk lolos, tetapi kami baru akan ke Olimpiade Beijing. Saya bertekad untuk berjuang keras di setiap pertandingan, set demi set, dan poin demi poin setiap saat," kata Takeshita.

Pelatih Jepang, Shoichi Yanagimoto, mengatakan, "Kami tidak mempunyai cukup waktu untuk mempersiapkan diri bagi turnamen tersebut, tetapi setiap pemain tahu peranan mereka dengan sangat baik dan melakukan yang terbaik mereka secara bersama-sama.

"Kami mempunyai demikian banyak kesulitan dalam sejarah tersebut selama empat tahun belakangan. Ini merupakan hasil kerja keras kami untuk mencapai posisi ini," tambah Yanagimoto.

sumber: KapanLagi.com
Last Updated ( Sunday, 01 June 2008 )