AS Tak Berdaya Lawan Kuba
Written by koko prasetyo   
Tuesday, 12 August 2008
BEIJING, SENIN - Amerika Serikat berduel lawan Kuba. China menjadi penonton dan mendukung ”Negeri Paman Sam”. Pemenangnya adalah Kuba! Ini bukan pertarungan politik dunia, melainkan laga bola voli putri Olimpiade Beijing 2008 di penyisihan Grup A. Kuba terlalu kuat bagi AS dan menang tiga set langsung, 25-15, 26-24, 25-17.

Tampil di Capital Gymnasium, Beijing, Senin (11/8), tim AS awalnya memimpin 5-1 pada set pertama. Tertinggal skor cukup banyak, tim Kuba memutar otak dan meminta time-out. Bagai mendapat suntikan ”doping”, pemain Kuba membalik situasi dan menyalip tim AS 8-5. Kuba akhirnya memenangi set itu, 25-15.

Cerita pada set kedua dan ketiga tidak banyak berubah. Kuba, yang menempati peringkat ketiga dunia, semakin sulit dihentikan. Tanpa susah payah, mereka mengakhiri AS yang Sabtu lalu memukul Jepang 3-1. Kuba hanya butuh waktu satu jam sembilan menit untuk melipat tim AS.

Dengan kemenangan itu, Kuba masih berada di jalur perempat final. Itu kemenangan kedua mereka setelah Sabtu lalu menekuk Polandia 3-1. Kuba datang ke Beijing dengan misi merebut emas yang empat tahun lalu di Athena disabet China, tim tuan rumah saat ini. Saat itu, Kuba hanya membawa pulang perunggu.

Bergabung di Grup A bersama juara bertahan China, AS, Jepang, Venezuela, dan Polandia, Kuba di atas kertas bisa lolos ke perempat final untuk mengejar misi emas sebab empat tim teratas dalam klasemen grup berhak atas tiket perempat final itu.

Dukungan China
Ketika menghadapi AS, pemain Kuba praktis tak hanya melawan pemain lawan. Mereka juga harus menghadapi suporter China yang saat itu mendukung tim AS. Dukungan mereka terkait dengan hadirnya sosok Jenny Lang Ping, pelatih tim AS yang menjadi ikon olahraga di China.

Para penonton tuan rumah itu tak hanya bertepuk tangan dan memberi aplaus kepada tim yang dipoles Lang Ping. Saat pelatih ini berjalan meninggalkan lapangan seusai laga, mereka juga berebut memotret Lang Ping.

Di China, Lang Ping dikenal dengan sebutan ”Palu Besi” berkat tajam dan kerasnya smash dia saat masih membela timnas bola voli negeri itu. Ia berjasa membawa China meraih emas pada Olimpiade Los Angeles 1984.

Namun, meski ditangani mantan pemain hebat, tim AS tidak berdaya melawan Kuba. Mereka mengaku masih sulit melepaskan diri dari duka akibat tewasnya Todd Bachman, ayah mantan atlet Olimpiade, Elisabeth Bachman McCutcheon. Bachman tewas ditikam warga setempat di tempat wisata di Beijing, Sabtu lalu.

Keluarga Bachman selama ini sering mendampingi tim bola voli AS di berbagai turnamen. Setter tim AS, Lindsey Berg, mengaku tak yakin apakah tragedi tewasnya Bachman turut andil dalam kekalahan itu. ”Tetapi, 48 jam terakhir ini saat-saat yang penuh air mata,” katanya.

Brasil bayar dendam
Pada laga Grup B, Brasil melunasi dendam Olimpiade Athena 2004 setelah memukul Rusia 3-0 dengan skor 25-14, 25-14, 25-16. Brasil, yang saat ini menjadi salah satu favorit juara, gagal merebut emas di Athena setelah takluk dari Rusia di semifinal. Dua tahun lalu, Rusia juga mengalahkan Brasil di final Kejuaraan Dunia.

Pada laga Grup B lainnya, Serbia memukul Aljazair 3-0. Juara Eropa, Italia, memukul Kazakhstan juga dengan 3-0.
Kemenangan tim bola voli pu- tri Brasil juga diikuti tim bola voli pantai putra negeri itu. Duet Ricardo Santos dan Emanuel Rego menaklukkan pemain Brasil lainnya, Renato ”Geor” Gomes dan Jorge ”Gia” Terceiro, yang kini membela Georgia, 21-19, 21-17.

Duel antarpemain Brasil itu disaksikan bintang basket AS, Kobe Bryant. Seusai laga, Terceiro mengaku dirinya sulit berkonsentrasi karena terbayang kecamuk perang Georgia-Rusia. Tim putri China menang atas Belgia 2-1. Tim putra Latvia, yang Sabtu lalu secara mengejutkan memukul AS, kalah 0-2 dari Argentina.

Sumber :Kompas.com

Last Updated ( Tuesday, 12 August 2008 )