Brasil Belum Terbendung, Putri China Tumbang
Written by koko prasetyo   
Thursday, 14 August 2008
Beijing, Rabu - Tim Brasil, salah satu negara tangguh di olahraga voli dunia, belum terbendung dalam penampilan mereka di Olimpiade Beijing 2008. Tim putri Brasil yang diperkuat Sheilla Castro, pemain terbaik FIVB World Grand Prix 2006, Rabu (13/8) kemarin di Capital Gymnasium, Beijing, menang 3-0 atas Serbia. Kemenangan Brasil ini merupakan yang kedua dalam penyisihan Grup B, setelah Senin lalu mengalahkan Rusia, juga dengan 3-0.

Serbia yang dihadapi Brasil Selasa kemarin, pada pertandingan lanjutan Grup B, sebenarnya bukan lawan enteng. Setidaknya, kekuatan kubu Serbia bisa diamati dari keberadaan wing-spiker Jelena Nikolic, yang membawa Serbia meraih medali perak Kejuaraan Dunia 2007. Total, Nikolic membukukan 14 poin bagi Serbia pada laga tersebut.

Namun, di hadapan tim Brasil, Serbia gagal meraih satu set pun. Set pertama diakhiri Brasil 25-15, diikuti 25-13 pada set kedua. Pada set ketiga, dengan Serbia yang bermain ngotot untuk tak mau kalah cepat, Brasil memerlukan waktu paling lama, 26 menit, untuk mengakhiri set penentuan itu dengan 25-23.

Tim putra Brasil, peraih emas Olimpiade Athena 2004, juga tak kesulitan mengalahkan kedua lawan pertamanya. Selasa lalu tim Brasil yang diperkuat salah satu wing-spiker terbaik dunia, Gilberto Amaury de Godoy Filho alias Giba, unggul 3-1 atas Serbia pada laga Grup B. Ini kemenangan kedua bagi tim ”Samba” setelah pada partai pertama hari Minggu lalu, mereka menaklukkan Mesir dengan 3-0.

Sementara Brasil leluasa menyisihkan lawan-lawannya, tidak demikian halnya dengan tim putri China. Publik China sempat berharap tim pujaan mereka melaju mulus, seusai menang meyakinkan 3-0 atas Venezuela, pada laga perdana Grup A. Namun, pada aksi kedua mereka Rabu malam, China tumbang dari salah satu negara kuat voli dunia, Kuba, dengan skor tipis 2-3.

Sempat memimpin

Lagi-lagi tim China sempat menerbitkan harapan bagi suporternya, saat mereka unggul 2-0 dalam dua set awal. Set pertama disudahi China dengan 25-18, yang dilanjutkan kemenangan 25-14 pada set kedua. Tertinggal 0-2, Kuba yang diperkuat Rosir Calderon, yang juga tampil di Olimpiade Athena 2004 saat Kuba meraih medali perak, merebut set ketiga yang berjalan ketat, dengan skor 25-23.

Set keempat menjadi yang paling menegangkan, ketika terus terjadi deuce hingga skor 30-30. Kuba akhirnya memenangi set ini dengan skor 32-30, sekaligus membawa tim China dalam posisi tersudut. Kuba sukses memanfaatkan posisi psikis yang lebih menguntungkan ketika mengakhiri set kelima dengan skor 15-13.

Ini kemenangan kedua bagi putri Kuba, seusai menyikat AS pada laga pertama dengan 3-0. Adapun AS mencuatkan harapan lolos ke babak berikutnya, setelah pada Rabu malam menang 3-1 atas Venezuela. Kekalahan tersebut membawa Venezuela dalam posisi terjepit setelah dua kali kalah.
Sumber: Kompas.com

Last Updated ( Thursday, 14 August 2008 )