Brasil Bawa Pulang Emas Pertama
Written by koko prasetyo   
Monday, 25 August 2008
Beijing, Kompas - Satu kesalahan sudah cukup untuk menentukan hasil akhir, tak peduli betapa bagusnya penampilan tim sebelumnya.

Hal itu dialami tim bola voli putri Amerika Serikat yang harus mengakui keunggulan Brasil 1-3 (15-25, 25-18, 13-25, 21-25) pada final Olimpiade Beijing 2008 di Capital Indoor Gymnasium, Sabtu (23/8). Ketika smes spiker AS, Logan Tom, memanjang keluar lapangan, kegembiraan meledak di kubu Brasil. Meski delapan kali tampil di olimpiade, ini untuk pertama kalinya Brasil meraih medali emas. Hasil terbaik mereka sebelumnya adalah perunggu di Atlanta 1996 dan Sydney 2000. Kegembiraan itu mereka perlihatkan dengan menari bersama sebelum penyerahan medali.

AS yang dimotori pengatur serangan Lindsay Berg sebenarnya memberi perlawanan sengit kepada Brasil di set keempat. Dalam keadaan tertinggal 1-2, AS kelihatannya akan memenangi set ini dan memaksakan set penentu.

Beberapa kali mereka unggul lewat smes keras quicker Heather Brown, tetapi Brasil mampu terus mengimbangi. Dalam kedudukan tertinggal 21-22, Berg memutuskan mengumpankan bola kepada Tom di posisi empat, tetapi smes Tom berhasil diblok.

Berg mengulang pola serangan yang sama di angka berikutnya, dan lagi-lagi smes Tom diblok lawan, 21-24 untuk Brasil. Ketika Berg mengumpankan bola kepada Tom untuk ketiga kali berturut-turut, Tom kelihatan kehilangan kepercayaan diri dan memukul bola jauh ke belakang. Brasil pun juara.

Sementara itu, peraih emas Athena 2004, China, kini harus puas dengan medali perunggu. Pada perebutan tempat ketiga, tuan rumah mengalahkan tim tangguh Kuba 3-1 (25-16, 21-25, 25-13, 25-20). Kemenangan China tertolong kesalahan pemain Kuba.

Sepertiga dari total 96 angka China di keempat set diperoleh karena pukulan pemain Kuba yang keluar atau menyangkut di net. Di sisi lain, serangan China yang dipimpin Wang Yimei sering menembus pertahanan Kuba.

”Kami menang karena kerja sama yang baik. Setelah kalah dari Brasil di semifinal, kami menyiapkan diri untuk pertandingan ini,” ujar Wang Yimei.

Kuba pulang dengan tangan hampa setelah pada empat olimpiade terakhir selalu merebut medali.

Mereka tak terkalahkan di penyisihan grup sebelum disingkirkan AS di semifinal.
Sumber:Kompas

Last Updated ( Monday, 25 August 2008 )