SEPUTAR CLUB, oleh Lae Kurdud
Written by marto   
Sunday, 17 December 2006

Beijing, Lae Kurdud, Sekelompok manusia yang sama-sama pengen maen voli, cukup jumlahnya, bisa bikin qlub. Di kampung kami sana, tiap tahun ada perayaan tujuh belasan, maka qlub sementara terbentuk, biasanya sekitar sebulan dua bulan sebelum bertanding. Di sekolah, ditantang oleh sekolah lain, dan biasanya memang ada turnamen antar sekolah, maka qlub dibentuk, menjadi salah satu unit kegiatan ekstra kurikuler.

Di kantor-kantor, ada 2 alasan terbentuknya qlub, pertama seperti alasan qlub kampung yang hanya terbentuk sementara karena ada perayaan tujuh belasan atau gara-gara memenuhi suatu undangan tanding, sedang yang kedua memang permanen untuk tujuan profesional. Yang terakhir ini paling komplet, dan manajemen qlub profesional memang paling kompleks.

Kata Ki Gendeng Pindakaas, ‘Tetapi pada akhirnya, sekali lagi : semua klub berambisi ingin menang !!  Apa pun rintangannya !! “ Pada dasarnya, semua jenis qlub bola voli memiliki irisan, yaitu sport / olahraga, yang bernama bola voli. Di samping berbagai tujuan lain yang beragam sesuai alasan pembentukannya, yang selalu harus ada di setiap qlub, harusnya membentuk sportifitas melalui bola voli. Dan karena hasil akhir suatu pertandingan harus ada yang menang dan kalah, maka kemenangan bertanding merupakan salah satu tujuan. Bisalah kita bilang bahwa menang bertanding merupakan tujuan yang sangat vital.

Ki Gendeng Pindakaas juga bilang, “Jujur saja, perselisihan segitiga antara pemilik klub, pelatih, dan pemain sering sekali terjadi”. Mengatasi hal ini, mestinya menjadi salah satu pekerjaan rumah manajemen qlub. Kalau diumpamakan lah qlub ini satu kendaraan, manalah bisa kencang dan sampai tujuan, kalau perbedaan kepentingan penumpang tidak terakomodasi (dan terbentuk lingkungan untuk saling mengakomodasi satu sama lain) dengan baik, walaupun katanya tujuannya sama. (Ini runyam lagi urusan bahasa, apa pula bahasa Indonesianya “mengakomodasi”?)

Mengakomodasi kepentingan, dan mendorong setiap pihak bisa saling mengakomodasi kepentingan pihak lainnya dalam satu qlub. Ini salah satu rumus yang wajib dirumuskan setiap qlub jika ingin sukses, jika ingin ‘menang’. Tapi apa pula itu kemenangan? Menang bertanding lawan tim lain adalah kepentingan semua pihak di dalam qlub. Tapi untuk menang bertanding, sebuah qlub harus mampu memenangkan pertempuran antar kepentingan yang terjadi di internal qlub.

Dalam manajemen, kita kenal istilah prioritas dan optimasi. Jika banyak urusan, sedang waktu masih berjalan secara linier, urutan prioritas perlu disusun: mana duluan mana belakangan. Jika semua keinginan ingin dikedepankan, sedangkan untuk bisa memenuhi keinginan semua pihak 100% sumber dayanya terbatas, maka optimasi perlu diperhitungkan. Jangan lah awak ini bermimpi kalau setiap pihak bisa terpuaskan 100% keinginannya terpenuhi. Ada pengorbanan dalam sebuah kebersamaan, agar terbentuk kekompakan, langkah harmonis, dan tujuan bersama bisa dicapai (efektif). Dan dalam upaya praktis mencapai tujuan, ada upaya peras otak supaya seluruh sumber daya termanfaatkan secara optimal (efisien).

Awak mau ngingatkan lagi, manajemen adalah upaya mencapai hasil melalui pemanfaatan berbagai sumber daya. Pemain dengan segala atributnya (kelebihan, kekurangan, kepentingan/kebutuhan) adalah sumber daya. Pelatih, pemilik qlub juga sama, punya atribut yang berbeda-beda pula kondisinya. Manajemen bukan sekedar menyuruh orang melakukan yang kita inginkan, yang kita pikir paling bagus,  tapi mencapai hasil melalui upaya ‘mendorong dan merangsang’ terjadinya gerakan harmonis seluruh sumber daya, agar semuanya kompak bergerak ke arah tujuan qlub.(LK)

 

 

Last Updated ( Sunday, 17 December 2006 )