Nikmati Voli, Ingin Jadi Polisi
Written by koko prasetyo   
Wednesday, 18 March 2009

Sebagai atlet, menjadi bintang adalah impian yang wajib digapai. Namun, tidak demikian dengan pemain tim bola voli Bogor Prayoga Unitas Jutharat Montripila. Baginya, menjadi bintang hanya sekadar pengalaman dan batu loncatan. Ada cita-cita lain yang ingin digapainya. Apa itu? ''Saya ingin menjadi polisi,'' ujar pemain asal Thailand itu.


Photo by : Esti Fauziah

 

Melihat eksistensi Jutharat di pentas proliga musim ini, sekilas keinginan open spiker andalan Bogor Prayoga tersebut terbilang nyeleneh. Namun, masuk akal juga ketika dia mengungkapkan alasannya.

''Sebenarnya sudah sejak kecil saya ingin jadi polisi,'' tutur gadis 22 tahun itu. Dia mengaku sudah kagum dengan profesi polisi sejak masih anak-anak. ''Selain itu, saya juga sering nonton film-film berbau polisi,'' sebutnya. Wajar bila Jutharat kemudian sangat ngebet menjadi polisi.

Untuk menggapai keinginan tersebut, Jutharat telah menyiapkan sejumlah rencana sejak dini. Salah satunya adalah rencanya meninggalkan dunia voli yang membuat namanya tenar di Thailand, Vietnam, dan Indonesia. ''Saya akan berhenti bermain voli antara umur 25 sampai 30 tahun,'' katanya.

Sebelumnya, dia juga telah menempuh kuliah jurusan hukum. Untuk menjadi seorang polisi di Thailand, status sebagai sarjana memang tidak menjadi syarat mutlak. Tapi, menurut Jutharat, dengan belajar soal hukum, setidaknya itu akan membantunya mewujudkan impian itu.

Meski kini bermain di Indonesia, Jutharat mengaku hal itu tidak mengganggu kuliahnya. Sebab, dia memilih mengambil cuti. Nah, setelah Bogor Prayoga tidak masuk final four, dia pun langsung berencana balik ke negerinya untuk melanjutkan kuliah.

Jutharat mengaku bangga bermain di Indonesia. Menurutnya, atmosfer kompetisi bola voli di Indonesia cukup baik. ''Sebelumnya saya bermain dalam kompetisi di Thailand dan Vietnam. Menurut saya, kompetisi di sini cukup seru,'' katanya.

Keberadaan Jutharat mendapat apresiasi rekan-rekannya. ''Kalau ada nominasi pemain terbaik, saya rasa Jutharat pantas menyandangnya,'' kata Santi Sulasty, pemain Bogor Prayoga. Menurut Santi, selain bisa membawa suasana kondiusif, Jutharat juga teman yang baik di luar lapangan. ''Biar bisa sedikit Bahasa Indonesia, kami tetap akrab,'' jelasnya.
Sumber :Jawa Pos
Last Updated ( Wednesday, 18 March 2009 )