Abbas Akbar, Pesilat Yang Berkiprah Di Voli
Written by Esti Fauziah   
Monday, 06 April 2009

Jakarta – www.volimania.org 

Pendatang baru Bank Sumsel mampu merebut juara tiga Sampoerna Hijau Proliga 2009. Di luar lapangan, ada seseorang yang begitu atraktif dan bersemangat mendukung Bank Sumsel ketika berhadapan dengan Bantul Yuso Gunadarma di perebutan tempat ketiga di Tennis Indoor Senayan (29/3).

 

  

photo by : yupie

Teriakan dan tepukan tangan yang keras dari pinggir lapangan, instruksi-instruksi, bahkan tak jarang melompat-lompat kegirangan bila Bank Sumsel mencetak angka adalah gerakan-gerakan yang khas diperlihatkan. Abbas Akbar lah sosok yang enerjik tersebut. Abbas adalah Asisten Manajer Bank Sumsel.

  

Selama ini, nama Abbas Akbar lebih dikenal sebagai atlit nasional pencak silat. 7 Medali emas Sea Games dan 3 juara di Kejuaraan tingkat dunia pernah diraihnya. Kini Abbas dipercaya sebagai pelatih nasional silat untuk Sea Games Laos 2009. Kiprahnya mendampingi manajer tim Bank Sumsel Budi Brahmadi, tak lepas dari profesi sehari-harinya sebagai humas di Bank Sumsel Palembang.

“Saya masih tetap menangani silat. Rencananya saya akan melatih pelatnas silat di di Samarinda untuk Sea Games 2009 ”, jelas Abbas.“Namun sebelumnya saya harus mendampingi tim bola voli tempat saya bekerja” lanjut pria yang menekuni silat sejak kelas 4 SD.

Abbas juga tak menampik bahwa sebagai asisten manajer tim voli adalah perintah dari kantor, namun dia enjoy menjalaninya.

“Saya menyukai olahraga apa saja, karena disana tertanam nilai-nilai sportivitas”, kata pria yang berulang tahun tiap 6 November itu. 

Dengan suara serak, pembawa obor api 1st ABG (Asian Beach Game) Bali ini  mengungkapkan kegembiraannya atas raihan Bank Sumsel.

“Beginilah cara saya meluapkan perasaan dan melepaskan ketegangan selama pertandingan, sampai suara saya hampir habis”, kata Abbas.

Abbas sadar sebagai debutan timnya sedari awal kurang diperhitungkan. “Tapi kami membuktikan, bahwa dengan persiapan yang pendek, kami mampu berprestasi”, kata pria 35 tahun tersebut.  

Abbas juga menegaskan akan menyiapkan timnya melalui latihan jangka panjang. “Musim depan kami akan mempersiapkan diri lebih awal”, tegas Abbas. 

Tahun ini Bank Sumsel mempersiapkan tim hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan. Usai menjadi juara Livoli Divisi 1 di Blora akhir tahun lalu, tim berjuluk bayi ajaib ini langsung menggeber latihan intensif.

Seminggu sebelum Proliga dimulai, sempat terhembus isu bahwa Bank Sumsel batal ambil bagian, diakibatkan tidak adanya restu dari manajemen. Namun semua itu kini berbalik, dukungan penuh dari direksi telah didapat.

“Telah ada sinyal dari direksi bahwa Bank Sumsel akan tetap eksis”, ungkap pria yang menggeluti silat karena kesenangannya berkelahi di masa kecil ini.   

Bagi Bank Sumsel, Proliga juga berfungsi sebagai promosi produk-produk Bank Sumsel. “Di Proliga, bintang-bintang voli Indonesia tampil, dan kami menjadi bagiannya”, kata pria 35 tahun ini.

“Tentunya ini akan berimbas pada makin dikenalnya Bank Sumsel”, kata Abbas bangga.Namun ia mengeluhkan kejadian di Magetan ketika media dilarang meliput laga hari pertama final four.

“Kami berharap supaya ke depan kejadian tersebut tidak terulang”, harap Abbas. (ef)

Last Updated ( Monday, 06 April 2009 )