Pemain Bank Jatim Menjadi Rebutan
Written by marto   
Friday, 05 February 2010

[Jawapos.co.id. Jum'at, 05 Februari 2010 ] JAKARTA - Tak ada yang meragukan ketangguhan Surabaya Bank Jatim di ajang Proliga. Selama tiga musim berpartisipasi, mereka merengkuh dua gelar juara dan sekali predikat runner-up.

Tapi, tahun ini mereka memutuskan absen. Tak ayal, itu membuat para pilar tim yang berbasis di Kota Pahlawan tersebut menjadi rebutan klub-klub lain. Para penggawa itu, antara lain, Ratih Puspita Rahayu, Rianita Panirwan, Kiki Maria, Ana Yohana, dan Maya Kurnia Indri.

Namun, hanya Maya di antara enam pemain tersebut yang diperbolehkan membela klub lain. Pilar timnas tersebut bakal bergabung dengan Gresik Petrokimia.

"Maya dipinjam Gresik Petrokimia. Sebab, statusnya bukan karyawan Bank Jatim. Lagi pula, kami sama-sama tim Jatim," ungkap Johanes Koento, manajer Surabaya Bank Jatim, kemarin (4/2).

Sedangkan mengenai pemain-pemain lainnya, Koento mengatakan bahwa mereka lebih difokuskan untuk mengurusi pekerjaannya di bank milik Pemprov Jatim tersebut. Selain itu, Kunto menyatakan, tempatnya bekerja saat ini lebih memfokuskan diri untuk membina pemain-pemain muda.

Pada bagian lain, Direktur Proliga Hanny Surkatty mengungkapkan, absennya Bank Jatim tidak berpengaruh pada kualitas liga tersebut. "Saat ini pemain-pemain voli terbaik di Indonesia sudah terdistribusi ke klub-klub peserta Proliga. Jadi, tidak akan ada penurunan kualitas," ungkapnya saat ditemui di sekretariat PP PBVSI kemarin.

Di sana kemarin diadakan penandatanganan kontrak bagi sebelas tim perserta Proliga (enam tim pria dan lima tim wanita) serta sponsor. Mereka menandatangani kontrak yang menyatakan tetap bertahan di Proliga selama dua tahun ke depan. Dalam acara itu, Jakarta Monas Bank DKI tidak datang. Hanny mengatakan, mereka masih mengadakan rapat direksi, dan segera datang untuk melakukan tanda tangan.

Hanny juga menuturkan, dalam pertemuan selanjutnya yang dijadwalkan pada 11 Februari, dilakukan drawing dan sosialiasi mengenai aturan baru dari FIVB (Federasi Voli Internasional) yang sudah diterapkan dalam SEA Games XXV/2009 di Laos. Salah satu yang menjadi perhatian adalah aturan tentang pemain yang menyentuh net. (nar/fim/ru/ang)

Last Updated ( Friday, 05 February 2010 )