Perjalanan Tim Voli Putra Brazil
Written by ahmad zul   
Tuesday, 23 March 2010

Sampai tahun 1980-an, Brazil bukanlah tim voli penting dan berpengaruh. Namun, pada tahun 1982, Negara di amerika selatan yg mempunyai talenta baik dalam berbagai bidang olahraga ini mulai menggeliat. Beberapa pemain penting seperti William, Bernard, Renan Dalzotto (yang memiliki kewarganegaraan ganda, akan bermain kemudian di Italia), Xando, Montanaro dan Bernardinho (yang saat ini adalah pelatih tim Brazil) mulai mengibarkan kiprah brazil di arena internasional.

Generasi Perak
Pada olimpiade pada 1984, Brazil masih belum masuk unggulan, dan yang menjadi unggulan untuk memenangkan Medali Emas adalah Uni Soviet. Sayangnya ketika itu  Uni Soviet memutuskan untuk tidak berpartisipasi. Hal ini dimanfaatkan oleh Brazil untuk meroket dan  menunjukkan kapasitasnya menembus ke babak Final. Namun sayang langkahnya dihentikan oleh Amerika serikat  dan harus puas mendapat medali perak.
Meski gagal merebut merebut medali emas, tetapi momen ini merupakan sejarah penting bagi perkembangan selanjutnya, dan generasi tim inilah yang kemudian dijuluki "generasi perak" dari bola voli Brazil. Keberhasilan merebut perak olimpiade tersebut  meningkatkan minat generasi muda Brazil untuk berlatih bola voli. Tak ayal lagi  bibit-bibit berbakatpun bermunculan.
Generasi Emas
Hasilnya, pada tahun 1992, di Olimpiade Barcelona,secara spektakuler  tampillah generasi baru yang berhasil  merebut medali emas. Di era ini pemain yg mendominasi adalah Mauricio, Tande, Giovanni, Ricardo Negrao, Pele, dll.  Kelompok ini disebut "generasi emas".
Menjadi Olah Raga Populer
Sejak itu, gairah voli di Brazil semakin meningkat dan bibit-bibit baru makin  banyak tumbuh, voli menjadi salah satu olahraga paling populer di Brazil (selain sepakbola tentunya), dan hasilnya sangat membanggakan. Pada setiap even yang mereka ikuti, Brazil adalah tim penting dan diperhitungkan di semua kejuaraan dan turnamen besar di dunia.

Kompetisi internal di brazil semakin berkembang dan setiap negara bagian di Brazil memiliki federasi, tempat berkumpulnya tim lokal sebagai cikal bakal tim nasional.

Era ’Bernardo Rezende’

Para pemain putra Brazil yg terpilih, wajib tergabung  dalam tim bola voli nasional Brazil. Hal ini diatur oleh Confederação Brazileira de Voleibol (Brazilian Volleyball Confederation) dan mengambil bagian dalam kompetisi bola voli internasional.
Saat ini Brazil memegang gelar Liga Dunia, World Grand Champions Cup, Kejuaraan Dunia dan Piala Dunia, serta medali emas di Olimpiade Athena 2004 dan menduduki ranking no 1 dalam Peringkat Dunia FIVB. Hal ini tak lepas dari kontribusi pelatih Bernardo-Rezende dan disebut sebagai era Rezende.
Era Rezende dimulai setelah menempati tempat keenam di Olimpiade Sydney. Tim nasional pria Brazil mengalami beberapa perubahan penting menjelang musim tahun 2001. Mr Bernardo Rezende, dijuluki Bernardinho, yang telah menghabiskan enam tahun melatih tim nasional wanita, dipilih untuk menjadi pelatih kepala tim nasional pria Brazil.
Pada musim pertama dengan Bernardinho, tim mendapatkan tiga medali emas (Liga Dunia, Piala Amerika dan Kejuaraan Amerika Selatan) dan satu medali perak (World Grand Champions Cup). Pada tahun 2002, Brazil menjadi juara kedua di Liga Dunia setelah kehilangan gelar di rumah sendiri dalam pertandingan melawan Rusia. Namun dalam musim yang sama, mereka menaklukkan Kejuaraan Dunia untuk pertama kalinya.

Awal musim 2003 sangat istimewa bagi Brazil untuk World Champions. Dalam pertandingan final yang menarik melawan Serbia dan Montenegro, Brazil memenangkan medali emas Liga Dunia untuk ketiga kalinya, mengalahkan para lawan 3-2 di Madrid. Setelah itu, tim ini dikalahkan oleh Venezuela di semifinal dari Pan American Games di Santo Domingo (Republik Dominika) dan berakhir dengan perunggu dalam kompetisi. Namun, skuad Brazil mengalahkan Venezuela dengan 3-0 dalam Kejuaraan Amerika Selatan satu bulan kemudian. Tahun itu berakhir dengan gagalnya Brazil memenangi Piala Dunia di Jepang.

Pada tahun 2004, Bernardinho memimpin tim Brazil untuk gelar keempat Liga Dunia. Pada bulan Agustus, tim pria Brazil memenangkan medali emas Olimpiade kedua dalam sejarah, yaitu di Athena pada tahun 2004 (yang pertama diperoleh di Barcelona pada tahun 1992). Di final, Brazil mengalahkan Italia 3-1. Pada musim 2005, juara Olimpiade memperoleh empat medali. Dalam pertandingan final melawan Serbia dan Montenegro, Brazil memenangkan medali emas lainnya di Liga Dunia, mengalahkan lawan 3-1. Setelah itu, tim menjadi juara kedua di Piala Amerika, setelah dikalahkan oleh Amerika Serikat di final.

Kemudian dalam Kejuaraan Amerika Selatan, Brazil memperoleh gelar ke-25, memenangkan semua pertandingan dan hanya kehilangan satu set. Mengakhiri musim yang besar ini, tim Rezende Bernardo mengamankan medali emas di Grand Champions Piala Dunia di Jepang. Selama tahun 2006, tim Brazil memenangkan gelar keenam di Liga Dunia dan gelar kedua di Kejuaraan Dunia. Tim ini dianggap oleh banyak orang yang terbaik dan paling konsisten sebagai tim voli pria sepanjang masa.

Prestasi Tim Putra Brazil
Tim Senior
Olympic Games
•   Emas             : 2 Kali: 1992, 2004
•   Perak            : 2 Kali: 1984, 2008
World Championship
•   Emas             : 2 Kali: 2002, 2006
•  Perak             : 1 Kali: 1982
World Cup
•   Emas             : 2 Kali: 2003, 2007
•   Perunggu     : 1 Kali: 1995
World Grand Champions Cup
•   Emas              : 3 Kali: 1997, 2005, 2009
•   Perak              : 2 Kali: 1993, 2001
World League
•   Emas              : 8 Kali: 1993, 2001, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007, 2009
•   Perak              : 2 Kali: 1995, 2002
•   Perunggu       : 4 Kali: 1990, 1994, 1999, 2000
South American Championship
•   Emas              : 27 Kali: 1951, 1956, 1958, 1961, 1962, 1967, 1969, 1971, 1973, 1975, 1977, 1979, 1981, 1983, 1985, 1987, 1989, 1991, 1993, 1995, 1997, 1999, 2001, 2003, 2005, 2007, 2009
America's Cup
•   Emas             : 3 Kali: 1998, 1999, 2001
•   Perak             : 4 Kali: 2000, 2005, 2007, 2008
Tim U-21
World Championship
•   Emas              : 4 Kali: 1993, 2001, 2007, 2009
•   Perak             : 5 Kali: 1981, 1995, 1997, 2003, 2005
•   Perunggu      : 3 Kali: 1977, 1989, 1999
South American Championship
•   Emas              : 15 Kali: 1972, 1974, 1976, 1978, 1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1994, 1996, 1998, 2002, 2004, 2006
•   Perak              : 3 Kali: 1980, 1982, 2000
Tim U-19
World Championship
•   Emas               : 6 Kali: 1989, 1991, 1993, 1995, 2001, 2003
•   Perak              : 1 Kali: 2005
South American Championship
•   Emas                : 15 Kali: 1978, 1980, 1982, 1984, 1986, 1988, 1990, 1992, 1994, 1996, 1998, 2002, 2002, 2004, 2006
Sumber :  www.cbv.com  /  Wikipedia / dan Sumber Lainnya.

Last Updated ( Tuesday, 23 March 2010 )