Jakarta Electric PLN Menuju Final
Written by Esti Fauziah   
Monday, 10 May 2010

SOLO, 8 Mei - Juara bertahan Sampoerna Hijau Voli Proliga 2009, Jakarta Electric PLN memastikan diri ke babak Final Sampoerna Hijau Voli Proliga 2010 setelah pada laga kedua putaran kedua babak empat besar mengalahkan Jakarta TNI AU 3-1 (25-16, 22-25, 25-20, 28-26) di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (8/5).

Sehari sebelumnyaa, di tempat yang sama, Jakarta Electric PLN menundukkan Gresik Petrokimia 3-0. Kemenangan atas Jakarta TNI AU ini merupakan yang keempat kalinya di babak empat besar, sehingga juara dua kali Proliga itu di 2004 dan 2009 lalu, memastikan sebagai salah satu finalis. Satu finalis lainnya akan menjadi milik Jakarta BNI 46 atau Gresik Petrokimia.

Di pihak lain, kekalahan itu menjadikan Jakarta TNI AU gagal ke final karena baru sekali menang, sedangkan pertandingan tinggal menyisakan satu kali. Sudah tidak ada kesempatan lagi bagi Jakarta TNI AU untuk ke partai puncak walaupun menang di laga terakhirnya, melawan Gresik Petrokimia.


Jakarta TNI AU pekan lalu membuat kejutan dengan menaklukkan Jakarta Electric PLN 3-0. Kemenangan itu sempat membuat semua tim berpeluang ke babak final. Namun, setelah Jakarta TNI AU kalah untuk keempat kalinya, peluangnya sudah tertutup.


Pertandingan terakhir Jakarta Electric PLN melawan Jakarta BNI 46 sudah tidak berpengaruh lagi bagi Jakarta Electric PLN, menang atau kalah mereka akan lolos, karena nilainya sudah aman untuk ke final.


Mereka saat ini telah mendulang nilai 9, dan nilai minimal, walau melawan Jakarta BNI 46 kalah, akan menjadi 10. Salah satu dari Jakarta BNI 46 atau Gresik Petrokimia, hanya akan mengumpulkan nilai maksimal 9, karena kedua tim akan saling berhadapan, pada laga ketiga Sabtu ini. Saat berita ini diturunkan, mereka belum bertanding. Kedua tim sama-sama mengumpulkan nilai 6. Tim yang menang akan mendapat 2 poin, sedangkan tim yang kalah 1 angka.


Namun, laga pamungkas sangat berguna bagi Jakarta BNI 46, karena menjadi salah satu penentu. Jakarta BNI 46 tentu ingin menang, karena Gresik Petrokimia akan menghadapi tim yang dipandang paling lemah, Jakarta TNI AU di laga terakhir.

"Menurut pelatih Jakarta TNI AU, Eko Waluyo, kekalahan timnya karena penampilan mereka kurang baik, pemain asing kita, Kimberly sudah beberapa hari mengalami diare dan tetap memaksakan diri untuk turun. Kimberly menjadi agak emosional tadi. Pemain lain jadi ikut emosional," katanya.


Meskipun tidak lagi menentukan bagi Jakarta TNI AU, di laga terakhir melawan Gresik Petrokimia, Minggu (9/5), timnya akan berupaya menampilkan permainan terbaik. "Otomatis peluang kami ke Grand Final sudah tertutup. Namun demikian, pertandingan melawan Gresik Petrokimia juga penting. Kami masih menentukan lolos tidaknya tim lain," katanya.

Di kubu lawan, pelatih Jakarta Electric PLN, Viktor Laiyan mengatakan, “Kemenangan itu membuat mereka gembira. Namun begitu, harus pembenahan dari segi mental," katanya.


Tambah Viktor Laiyan “Saya tidak mencari siapa lawan di babak final, pada prinsipnya siapapun lawan kami nanti di Grand Final, kami siap, kami tidak akan pili-pilih lawan. Dan juga kami tidak akan menyepelakan siapaun lawan kami nanti. Masih ada hal yang perlu dibenahi, terutama mental, dan tim masih banyak butuh jam terbang," tutup Viktor.

 

 

Surabaya Samator Berpeluang ke Final

 

Sementara di pertandingan kedua, Surabaya Samator mampu menundukkan Jakarta Sananta 3-1 (25-22, 19-25, 25-22, 25-22), dihadapan 3000 penonton di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah.

 

Hari Trisnardjo, manager tim Surabaya Samator mengatakan, “Pertandingan melawan Jakarta Sananta ini merupakan modal awal menuju babk Final, sebelum menghadapi Jakarta BNI 46 hari Minggu besok”, kata Hari.

 

Sementara kapten tim Surabaya Samator, Ayip Rizal menambhakan, “Permainan Jakarta Sananta harini bermain lepas, dibanding dengan permainan sebelumnya pada saat di Jakarta waktu lalu”, tambah Ayip Rizal.

 

Saat ini, juara bertahan Surabaya Samator, mendulang nilai 8. Nilai yang sama yang juga dimiliki oleh Jakarta BNI 46, yang hingga pertandingan ini diturunkan belum memainkan laga melawan Palembang Bank Sumsel Babel.


Palembang Bank Sumsel Babel sendiri berada di urutan ketiga dengan nilai 6. Apabila Palembang Bank Sumsel Babel dapat mengalahkan Jakarta BNI 46, maka nilainya akan menjadi 8, sedangkan Jakarta BNI 46 mendulang nilai 9. Pertandingan terakhirlah yang akan menentuan siapa yang bakal lolos ke partai puncak.

Last Updated ( Monday, 10 May 2010 )