Bank Jatim Tampik Eksodus ke BNI
Written by benny   
Tuesday, 06 February 2007
SURABAYA - Klub bola voli pria Bank Jatim memang batal mengikuti Proliga 2007 yang dilangsungkan 23 Februari mendatang. Namun, bukan berarti mereka menurunkan tensi latihan. Sebaliknya, Susilo Hari Wibowo dkk tetap memulai rutinitas mereka menjalani latihan di bawah asuhan pelatih asal Tiongkok, Wu Kunxing. Meskipun absen di Proliga, mereka tengah mempersiapkan diri menghadapi Porseni BPD se-Indonesia yang mulai digelar 17 Mei mendatang di Makassar, Sulawesi Selatan. "Kedatangan pelatih Tiongkok tidak akan kami sia-siakan. Para pemain harus tetap berlatih secara rutin," kata Ketua Umum Bank Jatim Eddy Rusianto kepada Jawa Pos kemarin.

Sebab, secara tersirat Eddy menyatakan jika kontrak Wu Kunxing mencapai lebih dari Rp 20 juta setiap bulannya. Eddy pun menampik kabar yang beredar jika para pemain Bank Jatim pria bakal eksodus ke Bank BNI 46 Jakarta di ajang bola voli paling bergengsi di tanah air itu.

Menurut sumber yang tidak mau dikorankan, para pemain yang notabene adalah para karyawan Bank Jatim itu, tidak rela jika tahun ini absen dari Proliga. Tentu saja jika melihat komposisi para pemain yang tergabung dalam klub tersebut, sangat disayangkan mereka tidak turut dalam ajang itu. Di sana terdapat nama-nama seperti Susilo Hari Wibowo, Hadi Esmanto, Mawan Sutrisno, dan Abdul Kholiq yang pernah memperkuat Samator Surabaya. Selain itu, juga terdapat "Mamad" Zaenuddin, pemain Yuso Jogjakarta yang pernah membela Indonesia di SEA Games XXIII/2005 di Manila, Filipina.

Bank Jatim pria memang membatalkan unjuk gigi di Proliga. Alasannya, mereka kehilangan dua pemain pilarnya, Hadi dan Mamad. Hadi dibekap cedera setelah mengalami kecelakaan beberapa waktu lalu, sedangkan Mamad tetap digandoli Yuso. Eddy menjelaskan ketidakhadiran kedua pemain itu, berdampak negatif terhadap para pemain yang tersisa.

Terpisah, Bowo, sapan karib Susilo Hari Wibowo, pun mengiyakan pernyataan Eddy tersebut. Dia belum berniat untuk memperkuat tim lain setelah manajemen mengambil keputusan mundur itu. "Secara pribadi saya belum memiliki rencana apa pun. Entahlah jika pelatih Tiongkok itu jadi diambil BNI," ucap Bowo. Sayang, Bowo enggan menjelaskan maksud ucapannya itu lebih lanjut.

Sementara itu, tim wanita semakin optimistis untuk tampil di Proliga. Permainan mereka tampak semakin matang setelah satu bulan ditangani Huan Miancheng yang juga dari Tiongkok. "Tim wanita harus tetap jalan di Proliga," tegas Eddy.

sumber: JawaPos 

Last Updated ( Tuesday, 06 February 2007 )