Tugas Berat Pertahankan Gelar Juara
Written by Luth Uyek Fahlawa   
Saturday, 10 September 2011

Dengan tinggi 185 sentimeter, Valto Sendy Kurniawan sudah memiliki syarat untuk menjadi pemain boli voli yang mumpuni. Pemain asli Semarang kelahiran 19 Oktober 1995 ini kini menjadi bagian penting dari tim voli Jateng yang disiapkan tampil pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Riau, akhir September 2011.

Valto tadinya tak pernah menyangka menjadi salah satu tumpuan Jateng di Popnas. Ia mengaku baru mengenal voli ketika duduk di bangku kelas 3 SMPN 19 Semarang. Dari kegiatan ekstrakulikuler, bungsu dari dua bersaudara ini terus memperlihatkan kemampuan terbaiknya sebagai tosser (pemain pengumpan).

Dia pun kemudian mengikuti berbagai event baik yang digelar sekolah atau di klubnya Vopas (Voli Pasadena). Bakatnya semakin terasah sejalan dengan banyaknya event yang diikuti. "Dari situ saya mulai tertarik dengan olahraga ini," tandas Valto saat ditemui di sela latihan bersama tim Popnas, Jumat (9/9) pagi di GOR Satria.

Diakui Valto, bermain voli punya keasyikan tersendiri. Permainan atraktif yang membutuhkan kerja sama tim adalah hal yang menarik. Terlebih bagi seorang tosser yang biasanya menentukan taktik serangan, dirinyalah yang memberi isyarat berupa kode untuk diikuti rekan-rekannya.

Sebagai persiapan menghadapi Popnas, pemain yang sekarang duduk di kelas 2 SMA Ronggolawe ini giat berlatih. Hal itu untuk mempertahankan gelar juara pertama yang diraih seniornya pada Popnas sebelumnya. Namun, karena ini adalah event tingkat nasional pertama baginya, mempertahankan gelar itu tidak mudah.

"Ada beban tentunya. Dari provinsi lain tentunya juga menampilkan pemain-pemain terbaik mereka. Namun apapun itu kami semuanya lebih cepat dalam menyiapkan tim. Training center ini kami manfaatkan sebaik-baiknya,'' katanya.

Valto juga menceritakan awal mula dia masuk tim Popnas Jateng. Meski dia berstatus sebagai pemain Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Bola Voli Jateng, hal itu tidak menjadikannya lolos otomatis dalam tim inti. Dia tetap mengikuti seleksi seperti pemain lain.

Akhirnya pada seleksi yang digelar 27-28 Juli lalu, oleh pelatih, dia dinyatakan lolos. "Saya berharap bisa berprestasi di Popnas mendatang. Karena ini adalah salah satu tahap yang harus dilalui untuk menjadi pemain profesional," kata pemain yang juga hobi bermain futsal ini.

Dia mengatakan, sejumlah harapan ingin dia capai. Penyuka nasi goreng ini ingin masuk timnas senior voli Indonesia. Dengan usia yang relatif masih muda dan ditunjang dengan ketetapan hati, peluang tersebut tentunya tetap terbuka. "Saya ingin sukses sebagai pemain voli dan masuk timnas. Saya persembahkan itu untuk orangtua," ujarnya.

(Nurul Muttaqin/CN26)

Sumber : Suara Merdeka dot Com

Last Updated ( Saturday, 10 September 2011 )