Loudry Jadi Pelatih
Written by benny   
Sunday, 18 February 2007

Pencinta voli bakal kehilangan aksi-aksi Loudryans Maspaitella. Toser kawakan ini tak akan turun bermain membela Jakarta BNI Taplus dalam Sampoerna Hijau Voli Proliga. Loudry naik pangkat menjadi pelatih tim juara bertahan. Kompetisi Proliga akan mulai digelar 23 Februari di GOR C’Tra Arena Bandung.

“Saya sebenarnya tak punya pengalaman melatih. Namun, kalau dengan persiapan seperti ini, saya pun tak sanggup jika harus dipaksa main,” kata Loudry. Ia akan dibantu dua rekannya, Iman Agus Faisal alias Fafa dan Robbi Meliala.

“Fafa sebenarnya lebih pengalaman melatih. Mungkin karena kesibukan pekerjaan dia, jadi saya yang ditunjuk,” akunya.

BNI belum pernah melakukan latihan. Pemanggilan pemain pun baru dilakukan Kamis (16/2).

Tim ini pun memiliki materi pemain baru. Lima pemain klub Indomart Sidoarjo akan memperkuat mereka. Kelima pemain tersebut adalah Yongki Firmansyah, Finistio Wisnu Prastowo, Muhammad Kasony Mufid, Sutono, dan toser Aryanto.

Pemain lain adalah pasukan BNI tahun lalu, Nyoman Rudi Tirtana, Wayan Windu Segara, Lutfi K. Ansor, Roy Reonald, Minar Rohman, dan toser Iwan Dedy Setiawan.

“Senin kami akan langsung lakukan uji coba melawan Pelatda PON DKI Jaya. Saya belum tahu kekuatan pemain kami, tapi tak cukup waktu lagi menggenjot fisik,” katanya. Uji coba juga dipakai sebagai ajang mengukur kesolidan timnya yang berisi gabungan pemain baru dan lama.

Ia sadar beberapa pemain barunya belum berpengalaman di pentas seakbar Proliga. Dari lima pemain Indomart, hanya Sutono yang kenyang pengalaman Proliga. Sutono pernah memperkuat Surabaya Samator dan Jakarta Monas Bank DKI selaku libero.

Final Four

Persiapan BNI memang kurang mulus. Persoalan manajemen dan birokrasi di serikat pekerja yang membawahi tim ini membuat langkah sang juara bertahan tersendat. “Padahal manajemen BNI sudah memutuskan ikut serta sejak lama, tapi karena ada masalah dalam pergantian pengurus SP persiapan jadi terbengkalai,” jelasnya. Manajer tim dipegang oleh Firmansyah Wibowo.

Dengan persiapan ini, Loudry tak mau muluk-muluk. “Masuk final four saja sudah bagus. Bahkan mungkin kami harus bersaing dengan Semarang Pemkot Bank Jateng di papan bawah,” tutur Loudry.

Enam tim putra peserta Proliga adalah Jakarta BNI Taplus, Jakarta Sananta, Surabaya Samator, Bandung Tectona, Yogya Yuso Tomkins, dan Semarang Pemkot Bank Jateng.

Bagian putri hanya diikuti lima peserta, yakni Jakarta Electric PLN, Jakarta BNI Taplus, Gresik Phonska Petrokimia, Surabaya Bank Jatim, dan Popsivo Polwan.

Soal pemain asing ia pun belum tahu pasti. “Barangkali di awal Proliga kita belum mendapat pemain asing,” katanya. Bahkan, bukan tak mungkin di putaran kedua nanti sang pemain tersebut baru bermain di putaran kedua. Loudry mengakui semua lawan berat sebab mereka bersiap lebih awal dibanding pasukannya.

Kita lihat saja bagaimana polesan Loudry dalam Proliga nanti.

sumber: bolanews.com

Last Updated ( Monday, 19 February 2007 )