Putra Bali Gagalkan Ambisi Jatim Kawinkan Gelar
Written by marto   
Monday, 16 January 2012

Kejurnas Yunior antar PengProv

Jawapos, 16 Jan 2012, JOGJAKARTA - Tim putri junior bola voli Jawa Timur (Jatim) sukses merengkuh juara dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 2011 yang digelar di GOR Among Rogo, Jogjakarta. Dalam partai final kemarin (15/1), tim putri Jatim sukses menjungkalkan juara bertahan tim putri Jabar dengan skor telak 3-0 (25-21, 25-14, 25-23).

 
Keberhasilan Asih Titi Pangestuti dan kawan-kawan melibas Jabar adalah kali kedua dalam ajang yang sama. Sebelumnya, di babak penyisihan, mereka menang 3-1 (25-14, 22-25, 25-22, 25-22).

"Ini adalah hasil akhir yang manis dari anak-anak. Walaupun di awal-awal sempat terseok-seok, kami bisa membuktikan bahwa dengan tim yang disiapkan kurang maksimal ini, kami bisa menang melawan juara bertahan sekalipun," kata pelatih Jatim Wahyu Sujatmiko.

Sayang, tim Jatim gagal mengawinkan gelar setelah tim putra takluk kepada tim bali. I Putu Randu dkk menyerah dengan skor 1-3 (25-21, 22-25, 18-25, 21-25). Padahal, di babak penyisihan, tim putra Jatim meraih hasil sempurna dengan tidak pernah kalah. Termasuk mengalahkan tim Bali 3-2.

Miko -panggilan Wahyu Sujatmiko- mengatakan bahwa keberhasilan itu tidak lepas dari kekompakan para penggawanya. Tidak satu pun set pertandingan yang diberikan kepada tim lawan. Asih benar-benar mampu memainkan perannya sebagai motor serangan dengan sempurna.

Salah satu strategi yang memenangkan tim Jatim adalah pola serangan cepat. Dengan pola tersebut, tutur Miko, receive yang dilakukan para pemain Jabar menjadi kurang maksimal. Kelemahan tersebut sering dimanfaatkan tim Jatim untuk mencetak poin.

Meski demikian, hasil manis itu tentu diraih bukan tanpa evaluasi. Pelatih asal Blitar tersebut lantas menggarisbawahi mental anak asuhnya yang masih sering labil. "Emosi anak-anak masih labil saat mereka tertinggal. Itu pelajaran berharga bagi kami," ungkap Miko.

Sementara itu, pelatih tim putra Jatim Sigit Ari Widodo menyebut bahwa salah satu faktor yang membuat timnya gagal mempertahankan gelar juara ada pada hilangnya sosok motor serangan. I Putu Randu absen dari laga tersebut karena cedera.
 
"Praktis, kami hanya bisa menemukan pola serangan saat set pertama. Karena tidak ada motor serangan, berikutnya kami gagal mempertahankan ritme pertandingan," ungkap Sigit. (ren/hrp/c9/ruk
Last Updated ( Monday, 16 January 2012 )