Bank Jatim Optimis Tundukkan Grespho
Written by benny   
Sunday, 04 March 2007

SURABAYA, KOMPAS--Klub bola voli putri Surabaya Bank Jatim meyakini akan menggasak Gresik Phonska yang bakal menjadi lawan mereka pada seri II kompetisi bola voli semiprofesional Sampoerna Hijau Voli Proliga 2007. Laga yang akan berlangsung di GOR UII Yogyakarta, Minggu (4/3, hari ini.red) itu seperti laga sesungguhnya antara dua klub seteru yang sebelumnya ramai berebut sejumlah pemain putra dan putri.

Ketua Umum Bank Jatim, Eddy Rusianto, saat mendampingi para pemainnya berlatih di GOR Brawijaya, Surabaya, Jumat (2/3) mengatakan bahwa secara kualitas pemain lokal yang dimiliki, Grespho masih berada jauh di bawah timnya. “Akan tetapi kalau kualitas pemain China sama saja,” ujarnya.

Keunggulan materi pemain itulah, yang akan dipergunakan kubu Bank Jatim sebagai faktor terkuat untuk menggebuk Grespho. Selain itu, bergabungnya dua pemain China di posisi open spiker, Lai Ping dan Zhu Li Jan, disebutkan Eddy akan bisa menjadi pengangkat mental tanding para pemain lainnya.

Kedua pemain asal China yang belum pernah berlaga di Indonesia itu, sejak kemarin telah mulai berlatih bersama pemain lain. Mereka tiba di Surabaya, Kamis (1/3) malam, setelah kompetisi lokal di China yang menempatkan klub kedua pemain itu di posisi kelima usai pada 28 Februari lalu.

Ketua Harian Grespho Moch Bachrun Rosyidi, yang dihubungi di Yogyakarta pada hari yang sama mengaku belum tahu menahu soal kualitas pemain asing yang kini dimiliki Bank Jatim. Duet pemain asing Grespho, Chen Jing dan Zhao Jing, dipastikan Bachrun juga telah bisa bergabung setelah pada seri pertama masih absen akibat kompetisi di China yang masih bergulir.

Secara komparatif, Grespho memiliki keunggulan berupa fisik yang dan persiapan yang lebih karena telah lebih dahulu berada di Yogyakarta. Sedangkan Bank Jatim sendiri direncanakan baru akan berangkat ke Yogyakarta pada Sabtu (3/3) ini menggunakan kereta api.

Manajer Surabaya Bank Jatim, Johanes Koento, pada kesempatan yang sama menyebutkan bahwa sekalipun kedua pemain asal China itu secara langsung belum pernah diketahui kemampuannya, manajemen memercayakan sepenuhnya hal itu kepada pelatih. “Mereka memang pilihan pelatih,” kata Koento.

Ia menambahkan, sekalipun demikian, target menembus empat besar belum akan direvisi. Menurutnya, perubahaan ttarget akan disesuaikan berdasarkan hasil pertandingan yang dijalani.Koento menyebutkan, kegagalan memetik kemenangan saat laga perdana menghadapi Jakarta Electric PLN pada seri I, menjadi dasar terkuat untuk melakukan evaluasi menyeluruh. “Kami juga merasa beruntung, karena menurut kami, tim putri terkuat saat ini ya PLN,” urai Koento.

Eddy menambahkan, hasil buruk pada laga perdana itu terutama disebabkan nihilnya jembatan komunikasi antara pelatih Huang Mian Cheng dengan para pemain. Selain itu, belum bergabungnya para pemain asal China pada saat itu, memicu kecemasan yang berbuntut pada gugupnya penampilan para pemain. “Tetapi sekarang kita sudah punya penerjemah,” kata Eddy.

sumber: kompas.com 

Last Updated ( Monday, 05 March 2007 )