PBVSI Jatim Diduga Membunuh Karir Atletnya Sendiri
Written by Administrator   
Tuesday, 26 March 2013

LENSAINDONESIA.COM: Pengurus besar bola voli Surabaya kembali kecolongan atletnya akibat pembajakan yang dilakukan oleh salah satu daerah peserta PON Riau.

Hal ini diketahui setelah Muhammad Rifan gagal untuk memperkuat Surabaya dalam ajang Pra Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) akibat regulasi.

Atlet yang pernah ikut dalam even sekelas PON tak diperbolehkan untuk mengikuti ajang Porprov Jatim, yang rencananya akan digelar di Madiun akhir Juni mendatang, dan keikutsertaan Rifan dinyatakan gagal memperkuat Surabaya dalam technical meeting yang digelar di KONI Jatim, Minggu (25/3) petang.

Satu persatu borok di tubuh Pengprov Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jawa Timur mulai terkuak. Oknum di organisasi pimpinan Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko diduga melakukan praktek jual beli atlet.

Dalam rapat yang dihadari seluruh Pengcab PBVSI Jatim itu, nama Rifan masuk sebagai mantan atlet PON 2012/Riau. Saat itu, Rifan tercatat sebagai pemain PON tim Jambi. Sesuai regulasi Porpov atlet yang tampil di PON dilarang ikut tampil diajang multieven dua tahunan ini. Masalahnya, Pengcab PBVSI Surabaya tidak pernah mengeluarkan surat apapun kepada Jambi yang memainkan Rifan.

"Kami dari Surabaya mempertanyakan kepada Pengprov PBVSI Jatim bagaimana proses kepindahan Rifan ke Jambi, sejak April dia sudah tercatat sebagai penduduk Surabaya dan atlet Surabaya," ujar Edy Swasono, Sekum Pengcab PBVSI Surabaya.

Bagi Pengcab Surabaya, larangan Rifan tampil di Pra Porprov tidak terlalu mempengaruhi kekuatan tim. Namun, proses kepindahan Rifan ke Jambi ini yang dipertanyakan.

"Setelah saya tanyakan kepada Rifan, katanya disuruh Pengprov dengan dalih dipinjamkan dan untuk cari pengalaman," ucapnya. Celakanya, tindakan oknum di kepengurusan Pengprov PBVSI Jatim ini justru "membunuh" karier atlet Surabaya.

"Kita sudah susah payah membina atlet dan Rifan juga tercatat sebagai atlet Puslatcab Surabaya. Namun karena ulah oknum di Pengprov dia tidak bisa main di Porprov, padahal usianya masih muda," keluhnya.

Sayangnya, perwakilan Pengprov PBVSI Jatim yang hadir dalam technical meeting  tidak memberikan jawaban apapun terkait proses peminjaman Rifan ke Jambi.

"Saya tidak mengatakan ada jual beli atlet, tapi hanya menanyakan bagaimana proses kepindahannya kok bisa atlet Surabaya main membela Jambi di PON kemarin, tanpa sepengetahuan kami, apa benar ada orang Pengprov Jatim yang terlibat," ujar Edy.

Sementara tim keabsahan KONI Jatim Mustofa juga menyesalkan adanya atlet Jatim yang membela daerah lain di PON kemarin, termasuk M Rifan.

"Semua masalah mutasi atlet berawal dari status pinjaman. Ada satu atlet Jatim yang akhirnya tidak bisa tampil di PON karena statusnya digantung. Jangan mudah meminjamkan atlet ke daerah lain, ini pelajaran buat semua cabor termasuk di voli ini," pesannya.

source: http://bit.ly/14rxWK0

Last Updated ( Tuesday, 26 March 2013 )