Makin Seru dengan Pemain Asing
Written by benny   
Wednesday, 07 March 2007
Denis Taroreh boleh bernapas lega, Jakarta Electric PLN tak jadi padam dan meraih kemenangan ketiga pada seri kedua Sampoerna Hijau Voli Proliga di GOR UII Yogyakarta, 2-4 Maret.

PLN nyaris tumbang oleh pendatang baru Jakarta Popsivo Polwan sebelum akhirnya menang 3-2. Pada set terakhir, Devota Rahawarin dkk. sempat tertinggal 3-8.

“Semula kami yakin menang, walau tak menduga sesengit ini,” kata Denis, pelatih PLN. Hadirnya sejumlah mantan pemain PLN di Proliga tahun lalu yang kini balik ke Popsivo membuat lawan tak gentar dengan keperkasaan Tien Mei.

“Engel Bertha, Ratih Kurniati, dan Deasy Gazpers pernah bermain dan berlatih bersama Tien Mei. Mereka jadi tak takut lagi,” tutur mantan spiker tim nasional ini.

PLN memang sudah menambah kekuatan asing dengan hadirnya Yin Meng, namun pemain berpostur 190 cm asal Cina ini belum maksimal.

“Kami masih meraba spesialisasi dia. Ia kami coba bermain allround dan open spiker, tetapi sepertinya lebih cocok menjadi quicker,” ujarnya. Yin Meng baru bergabung Sabtu pagi di Yogya setelah pada Jumat tengah malam mendarat di Jakarta. Kehadiran Amy Morris di kubu Popsivo juga membuat pertandingan makin seru.

Yang jelas tampilnya pemain asing memang menambah semarak Proliga. Surabaya Bank Jatim pun merasakannya. Lai Ping dan Zhu Lijun menambah ketangguhan sehingga mampu menumbangkan Gresik Petrokimia, yang diperkuat pemain asal Cina, Zhao Jing dan Chen Jing.

“Mereka memang menambah kekuatan kami. Mudah-mudahan dengan makin sering berlatih bersama, kami akan lebih baik,” kata kapten Bank Jatim, Rianita Panirwan. Tambahan dua open spiker membuat Ratih Puspita Rahayu ditugaskan menjadi quicker.

Bawa Pengaruh

Pemain asing pula menambah tenaga putra Jakarta BNI Taplus. Eduardo de Paula berpengaruh besar. “Edu tipe pemain yang bisa membawa tim. Ia cepat beradaptasi,” kata pelatih Loudry Maspaitella

Hanya Samator yang belum memaksimalkan pemain asingnya, Panya Makhumleg asal Thailand. “Kami menunggu pemain asal Cina. Kalau pun gagal, kami siap bersaing,” kata manajer tim Hari Trisnardjo. Di Yogya, Samator berjaya dengan dua kemenangan atas Yogya Yuso Tomkins dan Jakarta Sananta.

Untunglah Yuso akhirnya meraih kemenangan. Pada hari terakhir, M. Zainuddin dkk. mengalahkan Bandung Tectona, 3-0, “Akhirnya menang juga. Sebelumnya memang ada beban harus menang sebab ini pertandingan terakhir di kandang. Beruntung kami bisa bermain lepas,” kata Zainuddin.

Andri Widiatmoko, andalan Yuso lain, juga gembira bisa menang. “Memang kami harus mati-matian sebab ini laga terakhir di kandang. Samator berbeda, mereka memang lebih kuat,” aku Andri.

sumber: bolanews.com 

Last Updated ( Wednesday, 07 March 2007 )