Putra Pede, Putri Fifty-Fifty
Written by benny   
Friday, 31 October 2014
Grand Final Kejurnas Voli Indoor Junior

GRESIK - Di GOR Tri Dharma, Gresik, tahun lalu, tim putra dan putri Jatim sukses mengawinkan gelar juara kejurnas voli indoor junior. Hari ini (31/10), di venue yang sama, tim putra dan putri Jatim berpeluang melakukannya lagi. Itu seandainya mereka mengalahkan lawan masing-masing pada babak grand final.

Di sektor putra, kans merebut juara memang terbuka lebar. Dalam lima laga yang telah dijalani di pool, tim asuhan Bambang Hermanto tersebut sukses sapu bersih. Tak terkecuali mengalahkan Jateng 3-1 (29/10) yang notabene akan menjadi lawan di grand final.

Dua kemenangan 3-0 masing-masing atas Sulut dan Jabar kemarin menunjukkan konsistennya penampilan Rivan Mulki dkk. Kehadiran kembali MVP Proliga 2014 Rendy Tamamilang kemarin uga makin menambah semangat dan kepercayaan diri tim.

Rendy yang tampil di laga pertama (27/10) lantas absen dalam dua hari berikutnya dengan alasan permintaan khusus dari klubnya, Samator Surabaya. "Ketika melawan Jateng, kami mampu menang 3-1 meski tanpa Rendy. Kini, dengan kembalinya Rendy, kami tentu semakin kuat," tutur Rivan yang juga rekan Rendy di Samator.

Di kubu Jateng, meski diposisikan underdog, pelatih Alexander Gunawan tidak ingin timnya ciut nyali. "Pemain kami benar-benar junior. Mereka adalah pemain dari PPLP Jateng dan hasil seleksi kejurda bulan lalu. Tapi, kami sudah punya strategi khusus di grand final nanti," papar Alex, sapaan akrab Alexander Gunawan.

Berbeda dengan tim putra, perjuangan tim putri Jatim untuk meraih juara relatif berat. Memang DKI Jakarta yang akan dihadapi Hani Budiarti dkk adalah tim yang dikalahkan dengan skor 3-1 kemarin. Kemenangan itu pula yang memastikan Hani cs berhak atas tiket grand final ketimbang Jateng sekalipun menang 3-0 atas Jogjakarta.

Namun, muncul kabar tidak sedap bahwa DKI memang "mengalah" pada Jatim untuk menyingkirkan Jateng. Jika menilik catatan sempurna DKI dalam tiga laga sebelumnya (selalu menang 3-0), kekalahan Nandhita Ayu dkk kemarin memang sedikit dipertanyakan.

Tudingan "mengajak" Jatim ke final itu tentu saja dibantah kubu DKI. "Kami kan sudah lolos sehingga tidak terlalu memforsir tenaga para pemain saat melawan Jatim," kata Manajer DKI Yopie Hehanusa.

Sementara itu, pelatih tim putri Jatim Djoko Purnomo menilai bahwa DKI yang akan berlaga di final hari ini bakal berbeda dengan DKI yang dikalahkan kemarin. "Mereka punya strategi, tapi kami juga punya strategi. Saya pikir peluang kedua tim di final adalah fifty-fifty," jelasnya.

source : jawapos.com