Ada Apa dengan Cina?
Written by benny   
Wednesday, 08 November 2006
Digadang-gadang sebagai salah satu tim favorit juara, Cina hanya melangkah ke putaran kedua dengan rekor 3-2. Dua kekalahan raksasa voli putri dunia itu pun kini menjadi tanda tanya setiap penggemar tim Negeri Tirai Bambu itu.

Tidak bisa dimungkiri Grup B, yang melangsungkan pertandingan di Sapporo, Hokkaido, termasuk grup maut. Selain Cina, yang merebut emas Olimpiade Athena, di grup ini bercokol pula satu tim favorit Rusia, tim yang dikalahkan Cina di final Olimpiade 2004.

Selain itu, Rusia merupakan runner-up GP Voli dunia tahun ini yang dimenangi Brasil. Negara-negara lain di grup ini adalah Jerman, Azerbaijan, Dominika, dan Meksiko.

Dengan reputasi sebagai juara Olimpiade dan ranking pertama dunia, wajar nilai 8 yang dikumpulkan anak buah pelatih Chen Zhonghe ditanggapi sebagai langkah berat Cina merebut gelar juara.

Cina membuka kejuaraan dengan menundukkan Azerbaijan 3-1 sebelum meluluhlantakkan dua musuh mudah, Dominika dan Meksiko, dengan skor 3-0. Ternyata musuh Cina yang sebenarnya baru ada di dua laga terakhir grup.

Di pertandingan keempat, duel yang ditunggu-tunggu dalam Grup B ini menentang Rusia, menjadi awal kehancuran buat Cina. Bagai tak berdaya, Kun Feng dkk. dibekuk 1-3.

"Gembira sekali rasanya mengalahkan musuh bebuyutan dalam kejuaraan penting seperti ini. Pasalnya selama ini kami selalu kalah dengan Cina. Ini bukanlah revans yang sebenarnya dari kekalahan di Athena karena kemenangan di Sapporo hanya sebuah pertandingan grup,” ujar pelatih Rusia, Giovanni Caprara.

Kapten Natalia Safnonova juga tidak mampu menyembunyikan kegembiraan timnya. "Tentu saja kami senang bisa mengalahkan tim kuat Cina. Caprara terus menyemangati kami dan memberi input sepanjang pertandingan. Kami semua harus berterima kasih padanya,” ujar Natalia.

“Saran-saranya begitu berarti saat kami menyerang maupun bertahan,” tambahnya lagi.

Sebaliknya Zhong, yang mempertahankan enam pemain veteran dari skuad Olimpiade dan kejuaraan dunia sebelumnya, mengakui buruknya permainan tim asuhannya. “Kami sebenarnya berpeluang menang setelah merebut set pertama. Namun, harapan itu menjadi kandas setelah satu demi satu kesalahan dilakukan pemain-pemain saya,” katanya.

source: bolanews.com 

Last Updated ( Wednesday, 08 November 2006 )