DIY Jadi Tuan Rumah Voli Pantai Asia Pasifik
Written by mawahib affandhy   
Friday, 02 October 2015

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi tuan rumah ajang voli pantai tingkat Asia Pasifik. Acara yang digelar di Pantai Sepanjang, Gunung Kidul ini berlangsung 8-11 Oktober dengan tajuk Sepanjang Beach Volley Ball Asia Pacific Tournament 2015. Sebanyak 15 negara bertarung memperebutkan uang senilai USD 40.000.



Ketua panitia turnamen, Danang Anggoro mengatakan 15 negara yang bertarung di turnamen tersebut di antaranya Australia, Cina, Hong Kong, India, Jepang, Selandia Baru, Maladewa, Lebanon, Oman, Thailand, Kazakhtan, Malaysia, Singapura, Timor leste, Qatar, dan Indonesia sebagai tuan rumah. Semua negara tersebut mengirimkan 30 pasangan putra dan 20 pasangan putri pool. Pasangan tersebut diisi pemain-pemain berkelas dari setiap negara.

"Seluruh negara akan mengirimkan atlet terbaik yang dimiliki," katanya Danang di Yogyakarta, Kamis (1/10/2015).

Danang mengungkapkan, Indonesia sendiri akan menurunkan sebanyak empat tim yang merupakan tim yang memiliki peringkat Asia, baik putra maupun putri. Nama-nama pasangan sebagai wakil Indonesia di antaranya Dhita Juliana-Putu Dini Jasita Utami dan Desi Ratnasari-Bela Riswandari, serta di bagian putra ada Ade Candra Rachmawan-Rendy Verdian Licardo dan Fahriansyah-Muhamad Asfiya.

Sementara itu, DIY sebagai tuan rumah memiliki wakil sendiri sebanyak dua pasangan. Pasangan itu yakni Dian Putra Santosa-Gilang Ramadhan di bagian putra, dan Ayu Cahyaning Siam-Yokebed Purari E.S di bagian putri.

"Para peserta akan mencoba lapangan turnamen pada 6 hingga 7 Oktober 2015," ujarnya.

Menurutnya, turnamen tersebut merupakan ajang pemanasan menuju kejuaraan dunia di Amerika.

Pejabat Bupati Gunung Kidul, Budi Antono mengaku optimis bisa menjadi tuan rumah yang baik dan menyelesaikan venue pada Minggu (4/10) mendatang. Budi juga mengaku telah menginstruksikan kepada panitia pelaksana agar venue selesai tepat waktu.

Ia menambahkan, masalah pendanaan menjadi salah satu kendala dalam penyelesaian venue. Mengingat, anggaran diambil dari APBD Perubahan 2015 yang hingga kini tak kunjung selesai pembahasan. "Kita tak bisa memakai kebijakan yang mendahului anggaran, tapi saya pastikan selesai tepat waktu," pungkasnya. 
ACF
Last Updated ( Thursday, 15 October 2015 )