Jakarta Elektrik PLN Gagal Meredam Ketangguhan Altay VC Kazakhstan
Written by Administrator   
Monday, 05 September 2016

JawaPos.com - Wakil Indonesia di kejuaraan antarklub Asian Women's Club Volleyball Championship 2016, Jakarta Elektrik PLN, gagal membendung ketangguhan tim bola voli Kazakhstan, Altay VC, pada pertandingan perdana Pool C.

Bermain di Alonte Stadium Biñan Laguna, Filipina, Sabtu (3/9), JE PLN kalah tiga set langsung 12-25, 17-25, dan 17-25.

Secara kualitas, JE PLN menyadari kekuatan Altay VC jauh di atas mereka. Selain dalam hal permainan, postur para pemain Kazakhstan juga jauh lebih tinggi.

Altay pun pada kejuaraan ini diperkuat tiga pemain asing, antara lain Olga Biryukova (Rusia), Raymariely Santos (Puerto Rico), Yunieska Robles Batista (Kuba) dan Vanya Varbanova (Bulgaria).

Sementara, JE PLN cuma diperkuat dua legiun asing asal Thailand, Wanitchaya Luangtonglang dan Kuttika Kaewpin. Keduanya menggantikan peran duo pevoli Tiongkok, Zhang Lei dan Wang Yimei, yang membawa JE PLN juara Proliga 2016 beberapa bulan lalu.

Tak cuma itu, pelatih kepala JE PLN, Tian Mei, pun tak bisa mendampingi tim bertanding karena kendala visa. Alhasil, Aprilia Manganang dan kawan-kawan dipimpin oleh asisten pelatih Alex Bonapea.

Sana Anarkulova dari Altay mendominasi dengan torehan 14 poin, dari 8 spikes, 2 blocks, dan 4 aces,sedangkan Olga Biryukova mendulang 10 poin. Altay pun dominan dalam hal blocks (8-1) dan service aces (10-2)

Sementara, di kubu JE PLN, kapten tim Aprilia Manganang menjadi pendulang skor tertinggi, yakni 20 poin. Catatan itu membuktikan bahwa JE PLN begitu bergantung kepada spike-spike keras April untuk mencuri poin.

"Beda kelas, beda jangkauan, beda pengalaman. Kami sangat beruntung bisa ketemu Kazakhstan. Banyak tambahan ilmu dan wawasan terkait permainan mereka. Kami juga pertama di event besar seperti ini," bilang asisten pelatih JE PLN, Alex Bonapea, kepada JawaPos.com.

Meski kalah telak 0-3, Alex merasa performa tim ada perkembangan pada setiap setnya. "Secara permaina tim kami mengalami kenaikan. Dari kalah 12-25 di set 1, lalu kalah 17-25 pada dua set berikutnya. Servis mereka memang bagus-bagus," sambung Alex.

Hal senada diakui libero andalan JE PLN, Berllian Marsheilla. Menurut dara yang akrab disapa Sheila itu, faktor postur tubuh tak dimungkiri sangat memengaruhi perbedaan kualitas antara JE PLN dan Altay.

"Kalah postur. Kami cuma rata-rata 170 centimeter sedangkan mereka sekitar 190cm," bilang libero terbaik Proliga 2016 itu kepada JawaPos.com.

"Kami  enggak muluk. Target kalau bisa kasih perlawanan dan jangan sampai poin di bawah 15. Karena kami banyak kekurangan, minim persiapan, dan memang enggak ada target khusus. Kami sekalian cari pengalaman," tandas Sheila.

JE PLN akan melanjutkan petualangan di Asian Women's Club Volleyball Championship 2016 dengan menghadapi wakil Jepang, NEC Red Rockets, pada Minggu (4/9) pukul 11.30 WIB.

Last Updated ( Monday, 05 September 2016 )