Bahasa Masih Menjadi Kendala
Written by benny   
Wednesday, 08 November 2006
JAKARTA - Bola voli pantai menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) andalan Indonesia di Asian Games XV/2006 Qatar. Dana senilai USD 20 ribu (sekitar Rp 180 juta) pun dikeluarkan untuk mendatangkan pelatih asal Australia Steve Andersen. Dia sukses mengantarkan tim wanita Australia merebut medali emas Olimpiade 2000 di Sydney.

Namun, pengorbanan besar itu terancam tidak mendapatkan hasil maksimal hanya karena masalah bahasa. Indonesia memiliki dua tim voli pantai proyeksi Asian Games 2006, Supriyadi-Agus Salim dan Koko Prasetyo-Ardiansyah. Namun, mereka ternyata kurang bisa memahami instruksi yang diberikan Steve dalam bahasa Inggris.

Pada hari kedua bersama Steve kemarin, hal tersebut tidak menimbulkan masalah terlalu besar karena latihan lebih difokuskan pada pembenahan stamina. Namun, masalah itu akan memberikan dampak negatif yang tinggi ketika menu latihan mulai bergeser pada pembenahan strategi.

"Kadang ada beberapa instruksi saya yang tidak dimengerti pemain. Pada latihan berikutnya saya mungkin memerlukan bantuan penerjemah agar mudah menyampaikan instruksi," kata Steve pada Jawa Pos usai latihan di Senayan kemarin.

Steve akan dikontrak untuk memoles Agus Salim dkk sampai 27 November mendatang. Steve membagi periode tersebut menjadi empat bagian mingguan. Pekan pertama difokuskan untuk membenahi latihan fisik. Pekan kedua untuk membenahi strategi. Kekompakan tim akan diperbaiki pada pekan ketiga. Pada pekan terakhir atau keempat, Agus Salim dkk akan memadukan materi dalam simulasi pertandingan. "Pada pekan terakhir mereka akan diarahkan bagaimana caranya untuk memenangkan pertandingan," papar Steve.

Dijelaskan Steve, sukses tim voli pantai Indonesia dalam beberapa kejuaraan dunia dan Asia beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa Agus Salim dkk memiliki potensi daya saing yang cukup bagus. Namun, potensi itu masih perlu diperbaiki untuk mewujudkan medali emas. "Itu adalah harga mati karena mereka harus bersaing dengan kekuatan voli pantai terbaik dunia seperti Tiongkok dan Jepang," ulasnya.

Selain masalah teknis, mentalitas Agus Salim dkk adalah salah satu hal yang harus diperbaiki. Mereka harus bisa bermain dengan konsentrasi dan semangat tinggi sepanjang pertandingan. Jika dua tersebut tidak terpenuhi, lawan ringan pun bisa mengalahkan tim Indonesia.

Terpisah, pelatih lokal tim voli pantai Indonesia Slamet Mulyanto menyatakan bahwa kedatangan Steve akan membuat persiapan Indonesia menuju Asian Games 2006 makin baik. "Dari data yang saya buat, dia membuat program latihan. Saya rasa anak-anak bisa beradaptasi dan menjalani latihan itu dengan baik," kata Slamet.

source: Jawa Pos
Last Updated ( Wednesday, 08 November 2006 )