Bhayangkara Samator Memburu Open Spiker dan Quicker
Written by Administrator   
Friday, 16 December 2016

JawaPos.com - Tim bola voli putra Surabaya Bhayangkara Samator memang belum berhasil membawa pulang gelar juara pada Livoli Divisi Utama 2016 yang digelar di Blora pada 4-11 Desember lalu.

Sempat unggul pada dua set awal di babak final (11/12) saat menantang TNI AU tim besutan Ibarsjah Djanu Tjahjono tersebut akhirnya harus puas berada di peringkat kedua.

Namun pencapaian Mahfud Nurcahyadi dkk menembus babak final dengan skor akhir 2-3 tak bisa dibilang mengecewakan. "Itu sudah capaian maksimal buat mereka," ucap Ibarsjah.

Sejumlah evaluasi pun jadi catatan penting untuk menapaki ajang Proliga yang akan digelar awal tahun depan. Menurutnya banyak poin-poin yang harus segera dibenahi sebelum menyongsong Proliga. Menurut Ibarsjah kelemahan anak asuhnya pada Livoli yaitu di posisi open spike.

Selain open spike yang dihuni Mahmud Nurcahyadi yang belum maksimal, quicker juga dinilai Ibarsjah masih lemah dalam melakukan blok. Tak hanya itu penampilan debut libero Henry Ade Novian juga dinilainya masih kurang dalam permainan. "Libero masih labil," kata pria kelahiran 21 Januari 1969 tersebut.

Oleh karena itu pada sebelum Proliga dihelat, pihaknya berencana untuk mendatangkan dua pemain asing untuk menambal posisi open spike dan quicker. Tambahan open spike dan quicker tersebut diharapkan akan memperkuat barisan Bhayangkara Samator di Proliga.

Namun menurut Ibarsjah siapa saja nama–nama pemain asing yang akan menjadi bagian dari skuad Bhayangkara Samator di Proliga masih belum pasti. "Tapi saya harap di bulan Desember pemain asing sudah datang dan sudah mulai latihan bersama," tambah pria yang menangani Samator sejak 1998 itu.