Bank Sumsel Babel Tambah Derita Bhayangkara Samator
Written by Nindy   
Sunday, 16 April 2017

Rendy lancarkan spike ke arah dua pemain  Bank Sumsel
Volimania.org- Bhayangkara Samator memulai langkah di Proliga 2017 dengan begitu meyakinkan. Juara tahun lalu ini begitu perkasa saat memenangi seluruh laga, hingga didaulat sebagai juara putaran 1. Namun, memori indah itu hanya berlangsung sesaat. Tim asal kota pahlawan tersebut harus menerima kenyataan pahit tak mampu mempertahankan gelar bahkan menjadi juru kunci klasemen akhir Final Four.

Adalah Palembang Bank Sumsel Babel yang menambah derita Samator semakin menjadi. Pada pertandingan terakhir yang berlangsung Minggu (16/4) di C’Tra Arena Bandung, Bank Sumsel memaksa Samator menelan kekalahan kelima mereka di sepanjang babak Final Four dengan skor 3-1 (25-20, 20-25, 25-20, 25-20).

Samator yang sehari sebelumnya juga menyerah dari BNI Taplus harus gigit jari kala serangan yang dibangun oleh duet punggawa muda Rendy dan Rivan sering kali tak mampu menembus rapatnya block Bank Sumsel. Sebaliknya Aji Maulana dkk semakin leluasa mengobrak-abrik pertahanan Samator lewat spike tajam dan terarah Sigit dan Araujo.

“Dari kemarin kami sudah pasti ke Final. Tapi saya tekankan kepada pemain bahwa ini pertandingan prestise. Kami menerapkan pola permainan rileks tapi tetap fokus.” ungkap Samsul Jais, arsitek Bank Sumsel.

Pelatih yang baru kali pertama menukangi tim asal Palembang tersebut juga mengatakan jika timnya memang sempat kecolongan di set kedua karena faktor non teknis. “Pada set kedua kami banyak melakukan kesalahan sendiri yang berakibat kami bermain di bawah tekanan. Setelahnya kami coba perbaiki dan berhasil.”

Apapun hasil pertandingan antara Samator dan Bank Sumsel memang tak mengubah peringkat kedua tim di klasemen Final Four. Bank Sumsel tetap melaju ke Grand Final setelah mengantongi poin 12 hasil dari 4 kemenangan dan 2 kekalahan. Sementara Samator terjun bebas ke peringkat empat sekaligus menjadi juru kunci setelah hanya mampu mengoleksi 1 kali menang dan 5 kalah dengan perolehan nilai 3.

Catatan buruk yang ditorehkan Samator tentu menjadi sinyal pembenahan yang harus segera dilakukan tim asal Surabaya tersebut jika tak ingin hasil serupa terjadi di tahun depan.

“Tahun depan, kami harus lebih baik lagi. Kami akan melakukan evaluasi dan pembenahan, terutama dari pemilihan pemain asing. Tahun ini pemain asing kami tidak cukup membawa pengaruh signifikan bagi kemajuan tim.” ujar Ibarsyah. (ndy)

Foto: PBVSI
Last Updated ( Monday, 17 April 2017 )