Thailand Hempaskan Ambisi Indonesia Raih Emas SEA Games 2017
Written by Nindy   
Monday, 28 August 2017

Timnas Voli Putra (Foto: Pipit Puspita Rini)
Volimania.org- Pertarungan Indonesia versus Thailand juga terjadi di Final Putra SEA Games 2017. Duel klasik antara dua tim putra yang terakhir kali terjadi di SEA Games 2013 lalu itu berkesudahan dengan skor 1-3 (16-25, 22-25, 25-20, 20-25) untuk kemenangan Thailand.

Kemenangan Thailand tersebut sekaligus mengagalkan ambisi Indonesia untuk kembali membawa pulang medali emas dari cabor voli indoor. Hasil tersebut juga membuat Indonesia tak mampu memenuhi target yang dibebankan oleh PBVSI.

Berlaga di Hall 11 MITEC, Kuala Lumpur pada Minggu (27/8), Indonesia sebenarnya mampu unggul cepat di set 1 dengan 6-3. Kejelian Thailand membendung spike Rendy-Rivan membuat keunggulan tersebut tak bertahan lama.

Sempat terjadi kejar-kejaran angka hingga 15-16. Indonesia yang beberapa kali kesulitan menembus block rapat yang digalang para pemain Thailand memasukan Ramzil Huda dan Agung Seganti untuk menggantikan peran Rivan Nurmulki dan Sigit Ardian. Namun, pergantian tersebut belum mampu membuahkan hasil. Thailand melaju melalu jump service keras Jirayu Raksakaew yang sulit diterima oleh pemain Indonesia. Thailand menang 16-25.

Indonesia berusaha mengimbangin permainan Thailand di set 2, meski sempat menempel angka lawan 6-8. Thailand lagi-lagi mampu memperlebar jarak 16-12. Dalam keadaan tertinggal tak membuat perlawanan para pemain Indonesia mengendur. Berawal dari service Ramzil Huda, Indonesia yang terpaut angka 17-22 terus mendekat hingga 21-22.

Quick spike dari Kissada Nilsawai mampu mengembalikan kembali momentum kemenangan Thailand. Set ini jadi milik Thailand dengan 22-25 setelah spike Jirayu Raksakaew gagal diblock dengan balik oleh Agung dan Antho.

Pada set ketiga, Indonesia mampu memimpin sepanjang pertandingan. Lewat spike dan block Agung Seganti, Indonesia mampu menyentuh angka 20 lebih dahulu dan menutup set ini dengan kemenangan 25-20.

Laga berjalan lebih sengit di set 4. Indonesia yang wajib memenangi set ini untuk memperpanjang peluang meraih medali emas menempel perolehan angka Thailand 7-8. Tapi, usai jeda interval pertama Thailand mampu lagi-lagi memimpin 10-13.

Lemahnya penerimaan bola pertama menjadi faktor yang menyulitkan pemain Indonesia membangun serangan. Tertinggal dalam 16-21, Indonesia harus mengakui keunggulan Thailand setelah service Rendy Tamamilang menyentuh net dan jatuh di lapangan sendiri.

“Kami banyak melakukan kesalahan sendiri, sementara mereka memiliki team work yang bagus dan mampu membaca strategi serangan kami.” ujar kapten Agung Seganti.

Lebih lanjut Agung mengatakan jika cederanya Rivan juga sedikit banyak memengaruhi daya serang tim, tapi hal tersebut bisa ditutup oleh penampilan Ramzil Huda yang diplot untuk menggantikan Rivan di set pertama.

Hal serupa juga diungkapkan pelatih Samsul Jais. Dia menilai jika Thailand tampil jauh lebih tenang dan berada dalam performa terbaik pada laga Final ini.

“Indonesia dan Thailand sebenarnya berada di level yang sama. Hanya saja pada pertandingan kali ini mereka tampil lebih tenang dan variasi serangan juga lebih banyak. Selain itu, seringnya anak-anak membuat kesalahan sendiri juga menyebabkan poin untuk lawan.” ungkapnya

Dengan hasil tersebut Thailand untuk keempat kalinya secara beruntun sukses menyabet medali emas cabor voli indoor putra SEA Games 2017 sekaligus meyandingkan medali emas dengan tim putri mereka yang pada partai Final lainnya juga mengalahkan Indonesia.

Pada pertandingan perebutan medali perunggu antara Vietnam melawan Myanmar berakhir dengan skor 3-1 (25-19, 25-18, 22-25, 25-17). (ndy)
Last Updated ( Monday, 28 August 2017 )