Pemain Asing Harus Lengkapi Administrasi
Written by Administrator   
Wednesday, 03 January 2018

jawapos.com, JAKARTA - Pemain asing yang akan bermain pada Proliga 2018 bukannya tanpa syarat. PP PBVSI telah menggariskan regulasi untuk kompetisi voli profesional kasta tertinggi di Indonesia tersebut.

Sebelumnya, PP PBVSI menyebut aturan untuk pemain asing adalah dua pemain setiap klub. Wakil Direktur Proliga Reginald Nelwan mengatakan, ada empat ketentuan yang harus dipenuhi klub. Di antaranya, pemain asing tidak memiliki kontrak dengan klub lain. ''Pemain harus benar-benar free, tidak terikat dengan klub mana pun di dunia,'' ucapnya. Sebab, kompetisi Proliga merupakan turnamen profesional layaknya liga-liga voli di benua lainnya.

Lalu, klub yang hendak memakai jasa pemain asing wajib mengurus sendiri ITC (international transfer certificate). ''Sertifikat itu akan jadi pertanggungjawaban langsung ke Federasi Bola Voli Internasional (FIVB),'' jelas Regi, sapaannya. Setiap atlet yang hendak berpindah klub lintas negara harus memiliki sertifikat tersebut supaya tercatat di FIVB.

Pemain asing juga harus mengurus administrasi untuk izin tempat tinggal dan bekerja. Di antaranya kitas (kartu izin tinggal terbatas) dan IMTA (izin menggunakan tenaga asing). Namun, sebelum semua itu diurus, klub harus mengajukan rencana penggunaan tenaga kerja asing (RPTKA) ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Terakhir, klub harus melaporkan dan mendaftarkan pemain asing ke PP PBVSI. Juga ditembuskan ke BOPI serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sebagai bahan pengawasan di lapangan.

PP PBVSI tidak mengatur ketentuan asal pemain asing yang harus digunakan klub. ''Tidak ada ketentuan atau batasan pemain Asia, Eropa, Amerika, Amerika Latin, dan Afrika. Kami berikan keleluasaan kepada klub untuk memilih sesuai kebutuhan,'' jelas Regi.