Andalkan Toiran untuk Dongkrak Mental
Written by Administrator   
Tuesday, 06 February 2018

jawapos.com, SURABAYA - Setelah tiga seri berlangsung, setiap tim terus berbenah demi meraih final four Proliga. Surabaya Bhayangkara Samator mulai menemukan ritme permainan setelah mengganti pemain asingnya. Reidel Alfonso Gonzales Toiran yang menggantikan Liosbel Iglesias Mendez di seri 3 putaran pertama memang seperti kepingan puzzle yang hilang.

Toiran mampu menutup akhir pu­taran pertama dengan kemenangan saat melawan Bekasi BVN dan finis sebagai runner-up klasemen. Pevoli asal Kuba itu pernah memperkuat Samator pada 2016 saat mereka juara Proliga. ''Toiran bisa menutupi kekurangan kami di receive. Kedatangannya pun memberi warna dari segi nonteknis,'' kata Ibarsjah Djanu Tjahjono, pelatih Samator.

Perjalanan mereka memang tak mulus. Pada laga perdana, Rendy Tamamilang dkk harus menelan kekalahan dalam lima set kala berjumpa Jakarta BNI Taplus. Saat itu, receive menjadi hal yang perlu dievaluasi. Kemudian, dalam kekalahan kedua ketika melawan Jakarta Pertamina Energi di seri 2, pelatih juga menyayangkan kesalahan receive pada set kedua.

Selain menutup lubang receive, kedatangan Toiran diharapkan menjadi sosok pemimpin bagi pemain lain. "Sebagai leader belum tentu permainannya yang terbaik. Mental dan kepercayaan itulah yang dia berikan," terang Ibarsjah menanggapi permainan Toiran yang dianggap tak seperti dulu.

Kelemahan Samator dalam Proliga musim sebelumnya memang tampak pada pemain asing yang mengganggu keseimbangan tim. Mereka tak mau kecolongan lagi sehingga tak menurunkan Mendez yang kualitasnya dinilai masih di bawah pemain lokal. Karena itu, dalam dua seri, Samator hanya diperkuat tosser Yosvani Gonzalez Nicolas yang juga berasal dari Kuba. Nicolas pun masih akan terus dirotasi dengan Nizar Julfikar, penggawa timnas yang juga berposisi sebagai tosser.

"Putaran kedua di Bali kami harap dapat mengambil poin untuk mengamankan posisi masuk empat besar," lanjut Ibarsjah.

Lain halnya dengan tim putra Jakarta BNI Taplus. Satu-satunya kemenangan mereka raih pada pertandingan pertama sewaktu melawan Samator. Setelah itu, tim asuhan Li Qiu Jiang itu kalah tiga kali beruntun. Mereka pun berakhir sebagai juru kunci klasemen.

"Kalau soal teknis, seharusnya tak ada masalah karena kami tak mengubah banyak komposisi pemain. Saya tak tahu mengapa mengalami penurunan," kata asisten pelatih BNI Taplus Loundryans A.M. Sebab, menurut dia, program latihan dijalankan dengan baik. Tak ada masalah dengan strategi. Begitu pula pemain yang juga tak sekali ini pentas di Proliga. "Kalau soal nonteknis itu lebar. Jadi masih harus dievaluasi nonteknis seperti apa," ujarnya.