Lebih Utamakan Mental daripada Skill
Written by Administrator   
Wednesday, 14 February 2018
Seleksi Timnas Bola Voli Putri

jawapos.com, JAKARTA - Belum ada latihan intensif dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) bola voli putri untuk Asian Games 2018. Kegiatan yang hanya digelar selama tiga hari pada 8-10 Februari itu berupa tes fisik untuk mengukur kapasitas para pemain serta tes kemampuan individu.

''Kebetulan putri tidak ada test event, jadi hanya konsolidasi. Mereka juga masih fokus dengan tim masing-masing," ucap pelatih kepala timnas voli putri Risco Herlambang.

Menurut Risco yang juga melatih tim putri Jakarta BNI Taplus, performa 19 nama yang dipanggil masih optimal karena masih dalam kondisi pertandingan (Proliga). Dia baru bisa menilai setelah pergelaran Proliga berakhir.

Sembilan belas nama yang dipanggil itu juga belum tentu akan mengisi slot timnas. Nantinya, memang hanya 14 nama yang mewakili Indonesia untuk Asian Games 2018. Semua itu baru diputuskan setelah pergelaran Proliga rampung. ''Bisa saja yang tidak ada dalam daftar nama yang dipanggil menjadi tim utama. Masih ada harapan," terang Risco yang juga pelatih tim voli Wahana Express Group.

Sampai April nanti, grand final Proliga, banyak hal bisa terjadi. Risco pun ingin lebih objektif dalam memilih pemain dengan rentang waktu sekitar dua bulan. Saat ini, sebagian besar nama-nama yang dipanggil adalah anak didiknya di Proliga 2018 (Jakarta BNI Taplus/6 orang). Sisanya berasal dari Jakarta Pertamina Energi (4 orang), Bandung Bank BJB Pakuan (3 orang), Gresik Petrokimia (3 orang), dan Jakarta Popsivo Polwan (3 orang). Tak ada nama-nama pemain dari Bekasi BVN maupun Jakarta Elektrik PLN.

''Kemarin pelatih BVN bilang (Walfridus Wahyu yang juga asisten pelatih timnas), tidak hanya skill yang dilihat untuk memilih pemain. Yang utama mental, mental, mental, baru skill," katanya.