Menengok Peluang Cabor-Cabor Permainan
Written by Administrator   
Thursday, 02 August 2018
Target Perunggu dari Voli Putra

jawapos.com - Voli dan basket bukan lumbung emas Indonesia seperti bulu tangkis. Namun, fans kedua cabor itu sangat melimpah. Support publik berpeluang mendongkrak prestasi mereka di lapangan.

Tahun lalu timnas voli putra Indonesia mencatat rekor baru. Pada 30 Juli, untuk kali pertama dalam 42 tahun, mereka menembus posisi keempat Kejuaraan Asia. Sang pelatih Samsul Jais juga ingat betul gempitanya masyarakat ketika tim asuhannya mengalahkan tim kuat Iran dengan skor 3-2. Sejak kejuaraan tersebut digelar pada 1975 di Melbourne, Australia, untuk kali pertama Indonesia lolos ke semifinal.

Tapi, Samsul juga masih ingat cemoohan ketika anak buahnya yang digadang-gadang bersinar di SEA Games 2017 justru melempem. Ditargetkan meraih emas, Agung Seganti dkk hanya membawa medali perunggu. "Kami memang terlalu heboh ketika Kejuaraan Asia. Persiapan hanya dua minggu ke SEA Games, recovery kurang, hasilnya kami tidak maksimal," kenangnya.

Asian Games adalah arena pembuktian bahwa mereka masuk semifinal Kejuaraan Asia bukan kebetulan. Syamsul melakukan banyak pembenahan. Yang paling kentara adalah merombak skuad. Spiker Agung Seganti, quicker Antho Bertiyawan, dan setter Dio Zulfikri dicoret. Diganti dengan nama-nama debutan seperti Yuda Mardiansyah, M. Malizi, dan Nizar Julfikar.

Hasilnya oke. Dalam Test Event Asian Games 2018 Februari lalu, dua tim voli putra yang diterjunkan sama-sama masuk final. Berbagi medali emas dan perak. Mengalahkan negara-negara top seperti Jepang dan Hongkong. Pelatih timnas Jepang Gordon Mayforth sampai memuji permainan Rendy Tamamilang dkk.

"Indonesia bisa jadi pesaing Australia, Tiongkok, Iran, dan Jepang. Mereka juga bakal jadi yang terbaik di Asia dalam waktu dekat," kata Mayforth kala itu.

Samsul menyatakan, skuadnya kali ini jauh lebih bagus daripada skuad SEA Games 2017 lalu. Skill dan kekompakan mereka lebih matang. "Ini di atas yang kemarin (2017). Progres juga sangat bagus. Sektor bertahan dan menyerang juga jauh lebih baik," yakinnya.

Samsul sangat optimistis timnya bisa bisa memenuhi target masuk ke empat besar. Bahkan merebut medali. "Minimal perunggu," ucapnya.

Di Asian Games 2018 kali ini, mantan pelatih Jawa Barat di PON XIX itu menuturkan, Tiongkok, Iran, Korea Selatan, dan Jepang tetap jadi momok. "Tapi, tidak tertutup kemungkinan kami bisa mengalahkan mereka. Apalagi, Indonesia tuan rumah, dukungan masyarakat jadi motivasi kami," tegasnya.

Sebelum berpikir ke sana, Indonesia harus lolos dari Pool A. Rendy dkk satu pool dengan Arab Saudi dan Kirgizstan. Untuk Arab Saudi, Indonesia pede bisa mengatasinya. Kirgizstan yang mungkin bisa jadi batu sandungan untuk menjadi juara pool. Sampai saat ini, Samsul masih buta kekuatan lawan. Bahkan, video pertandingan Kirgizstan sangat sulit didapatkan di internet.

Di luar itu, lanjut Samsul, kelemahan anak asuhnya adalah kurang beruji coba di level internasional. Terakhir, mereka mengikuti turnamen Piala Lien Viet Post Bank di Ha Nam, Vietnam, Mei lalu. Rendy dkk sukses menjadi juara. "Iya, sebenarnya kami butuh uji coba internasional agar siap menghadapi tim-tim kuat seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, dan Iran," timpal kapten tim Aji Maulana.

"Tapi, bagaimana lagi. Kami harus memaksimalkan kondisi ini. Semoga target tercapai," harap pemain Palembang Bank Sumsel Babel tersebut.

---

Skuad

Putra

Aji Maulana, Palembang Bank SumselBabel

Nizar Julfikar Munawar, Surabaya Bhayangkara Samator

Rendy Febrian Tamamilang, Surabaya Bhayangkara Samator

Sigit Ardian, Palembang Bank SumselBabel

Doni Haryono, Jakarta Pertamina Energi

Galih Bayu Saputra, Surabaya Bhayangkara Samator

Mahfud Nurcahyadi, Surabaya Bhayangkara Samator

Yuda Mardiansyah, Surabaya Bhayangkara Samator

Muhammad Malizi, Jakarta BNI Taplus

Hernanda Zulfi, Jakarta Pertamina Energi

Rivan Nurmulki, Surabaya Bhayangkara Samator

Ramzil Huda, Palembang Bank SumselBabel

Veleg Dhani Ristan, Jakarta BNI Taplus

Delly Dwi Putra, Jakarta Pertamina Energi

Pelatih: Samsul Jais (Palembang Bank SumselBabel)

Putri

Amalia Fajrina Nabila, Jakarta Popsivo Polwan

Aprilia Santini Manganang, Bandung Bank BJB

Megawati Hangestri Pertiwi, Jakarta Popsivo Polwan

Novia Andriyanti, Jakarta Pertamina Energi

Amasya Manganang, Jakarta Elektrik PLN

Wilda S. N. F. Sugandi, Bandung Bank BJB

Arsela Nuari Purnama, Jakarta Popsivo Polwan

Asih Titi Pangestuti, Jakarta Pertamina Energi

Nandita Ayu Salsabila, Jakarta Pertamina Energi

Hanny Budiarti, Jakarta Pertamina Energi

Yulis Indahyani, Jakarta Pertamina Energi

Berlian Marsheilla, Jakarta Pertamina Energi

Tri Retno Mutiara, Jakarta BNI Taplus

Yolana Betha Pangestika ,Bandung Bank BJB

Pelatih: M. Ansori (Jakarta Pertamina Energi)