Optimisme Para Raksasa
Written by benny   
Sunday, 12 November 2006
Dua calon favorit juara Kejuaraan Dunia Bola Voli di Jepang, 31 Oktober–16 November, Brasil dan Rusia, mengawali laga putaran kedua dengan kemenangan. Rusia membenamkan Puerto Riko 3-1 dan Brasil menjungkalkan Azerbaijan 3-0. Aroma optimisme pun merebak di kubu raksasa voli dunia itu.

Dua tim yang tergabung di Grup F dan bermain di Osaka itu kini masing-masing mengantongi nilai 8, hasil dari empat kemenangan, termasuk tiga kemenangan di putaran pertama. Sekadar catatan, kemenangan di putaran pertama yang turut dibawa ke putaran berikut hanyalah kemenangan atas tim-tim yang juga lolos ke babak kedua.

“Ini sebuah kemenangan yang sangat penting hari ini. Apalagi kami menang 3-1. Saya betul-betul lega,” ujar pemain Rusia, Giovanni Caprara.

Caprara betul-betul mengharapkan rekor tak terkalahkan sejak putaran pertama dapat dipertahankan untuk mengamankan peluang ke semifinal. “Dengan kemenangan ini, rasa percaya diri dan optimisme tim tentu bertambah,” katanya lagi.

“Ini pertandingan pertama di putaran kedua dan kami gembira dengan kemenangan ini. Kami perlu sedikit penyesuaian lapangan karena atmosfer di sini berbeda dengan Sapporo. Kami tahu bahwa kami mesti menang untuk mencapai babak semifinal. Mudah-mudahan kami tetap terus memenangi pertandingan,” ujar kapten tim Rusia, Natalia Safronova.

Meski begitu, baik Giovanni maupun Natalia sepakat bahwa penampilan tim Rusia belum berada pada tahap maksimal. “Saya akui kami masih mempunyai sedikit masalah setting. Setter Akulova Marina masih kurang pengalaman meskipun bermain cepat, sedangkan Marina Sheshinina cukup berpengalaman, tapi agak pelan,” kata Giovanni menguraikan. “Untung saja kami mengimbanginya dengan serangan yang kuat untuk menutupi masalah ini,” sebutnya lagi.

“Tentu saja kami harus melakukan evaluasi setiap usai satu pertandingan. Kekurangan pasti akan ditutupi dalam pertandingan berikut. Ini putaran yang menentukan dan kami memang harus betul-betul meningkatkan permainan lagi untuk menapak ke semifinal,” kata Natalia pula.

“Semua lawan di grup ini sama beratnya. Kami tak boleh kalah agar tidak tersingkir dari persaingan ini,” imbuhnya lagi.

Makin mantap
Rasa optimisme yang tak kalah kuatnya juga menyeruak di kubu tim Brasil. Wakil Amerika latin yang tahun ini menjuarai GP Dunia ini kini dianggap tim paling favorit merangkul gelar juara. Apalagi, salah satu rival terkuat, Cina, terseok-seok di putaran pertama.

“Orang boleh menyebut kami tim paling favorit. Namun, itu tak sedikit pun memengaruhi penampilan kami. Kami tetap menghadapi pertandingan satu demi satu dengan serius. Kadang-kadang pujian hanya akan membuat Anda terlena,” kata pelatih Brasil, Jose Guimaraes.

Apa yang diungkapkan Jose terlihat ketika ranking kedua dunia itu melayani tim Azerbaijan, tim yang berada 17 tingkat di bawah Brasil. “Kami harus tetap hati-hati. Banyak contoh kejutan yang terjadi di putaran pertama, sehingga kami tidak boleh memandang rendah kemampuan tim lain,” kata Jose lagi.

“Kemenangan atas Azerbaijan sungguh sangat penting meskipun semua orang memprediksi kami tidak akan menghadapi masalah,” tambahnya lagi.

“Tidaklah begitu jelek kalah dari Brasil. Brasil benar-benar kuat dan saya yakin mereka akan ke semifinal. Kami sendirinya cukup bermain bagus dan saya puas dengan permainan tim saya,” kata pelatih Azerbaijan, Faig Garayev. “Peluang kami mungkin lebih terbuka di pertandingan berikut menghadapi AS,” imbuhnya lagi.

Jose tidak menampik kalau saat ini para pemainnya diselimuti rasa optimistis untuk melangkah ke semifinal. “Yang saya tahu mereka sangat gembira. Tentu saja mereka ingin ke semifinal, bahkan ingin menjuarai kejuaraan ini. Kalau penampilan kami terus membaik, saya yakin kami akan menerima hasil yang diinginkan,” ujar Jose.

“Namun, saya selalu mengingatkan masih ada tiga pertandingan yang semuanya sangat berat dan menentukan,” katanya lagi.

Brasil akan berturut-turut melakoni tiga pertandingan penting menantang Cina, Jerman, dan Rusia. Menyinggung pertandingan melawan Cina, Jose berkomentar, “Bagi kami, Cina selalu menyulitkan karena mereka punya kecepatan, pertahanan yang bagus serta pelatih yang baik. Mereka juara Olimpiade dan semua aspek harus bagus kalau Anda ingin memberi mereka perlawanan.”

source: Bolanews.com 

Last Updated ( Monday, 13 November 2006 )