Serbia-Montenegro Hadapi Brasil di Semifinal
Written by benny   
Wednesday, 15 November 2006
Tokyo, Selasa - Langkah kejutan Serbia-Montenegro di Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri 2006 menghadapi tantangan sesungguhnya pada semifinal di Tokyo, Jepang, Rabu (15/11).

Tim yang sebelumnya tidak diunggulkan ini akan menantang favorit kuat juara, Brasil. Serbia- Montenegro maju ke semifinal sebagai runners-up Grup E di babak kedua, setelah meraih enam kemenangan dan hanya satu kali kalah dari tuan rumah Jepang.

Lolosnya negara yang secara politis telah memisahkan diri ini ditentukan pada pertandingan terakhir saat mengalahkan Taiwan, 3-2 (25-22, 24-26, 19-25, 25-15, 15-13).

"Tekanan cukup berat, tetapi semua akhirnya berjalan lancar. Kami telah menanti sekian lama bermain di kejuaraan dunia, dan kami layak mendapatkan hasil ini," ujar kapten tim Serbia-Montenegro, Vesna Citakovic.

Kemenangan tim negeri Balkan ini langsung memupus harapan Kuba ke empat besar. Negara yang tiga kali menjadi juara dunia ini hanya mampu berada di posisi ketiga Grup E, di bawah Italia dan Serbia-Montenegro.

Sesungguhnya Kuba tampil gemilang di babak kedua, dengan tak terkalahkan dari empat pertandingan atas Taiwan, Jepang, Polandia, dan Korea Selatan. Namun, kekalahan dari Italia dan Serbia-Montenegro di babak pertama, yang hasilnya diperhitungkan di babak kedua, terbukti merugikan mereka. Anak asuh pelatih Felipe Calderon ini pun harus puas memperebutkan posisi lima hingga delapan.

Serbia-Montenegro dipastikan menemui lawan keras di semifinal karena tim putri Brasil menunjukkan penampilan luar biasa sepanjang turnamen. Anak asuh pelatih Jose Guimaraes ini mencatat hasil sempurna dengan meraih sembilan kemenangan dari sembilan partai yang mereka mainkan pada kejuaraan dunia ini.

Kemenangan terakhir Brasil yang memastikan posisi mereka di tempat teratas Grup F diraih dari Rusia dengan angka 3-1 (27-29, 25-14, 27-25, 25-22). Rusia yang menelan kekalahan pertamanya dari Brasil menjadi runners-up grup dan akan menghadapi juara Grup E yang juga juara bertahan, Italia.

"Kami menang karena Rusia tidak memainkan Lioubov Shashkova, pemain terbaik di dunia. Jika dia diturunkan, hasilnya bisa lain. Setiap melawan Rusia, kami selalu tertantang mengerahkan kemampuan terbaik karena memiliki kemampuan teknis di atas negara lain," ujar Guimaraes.

Brasil, negara kuat bola voli putri yang belum pernah menjadi juara dunia, berambisi melewati prestasi terbaik mereka, yaitu runners-up dunia 1994. Di hadapan pendukung mereka di Sao Paolo, saat itu, mereka harus mengakui keunggulan Kuba.

Rusia bertekad tampil tuntas melawan Italia yang berusaha mempertahankan gelarnya. Pelatih Rusia asal Italia, Giovanni Caprara, berniat menurunkan kembali Shashkova yang cedera.

"Saya harap cederanya sudah pulih. Peranannya di tim sangat penting dan tidak tergantikan. Dengan tampilnya Shashkova, saya harap anak-anak bisa tampil lebih baik daripada saat menghadapi Brasil. Harus diakui, mereka tim terbaik dunia saat ini," ujar Caprara.

source: Kompas 

Last Updated ( Wednesday, 15 November 2006 )