Selamat Datang, Kejuaraan Asia!
Written by benny   
Friday, 31 August 2007
Untuk pertama kalinya, komunitas bola voli Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah bagi ajang sekelas Kejuaraan Asia. Kejuaraan Bola Voli Putra Asia 2007 Sampoerna Hijau, begitulah titel resmi kejuaraan bola voli terbesar yang pernah digelar di Tanah Air setelah Kejuaraan Asia Yunior 1989 ini. Layaknya segala hal yang serba pertama, antusiasme terlihat di wajah semua pihak yang terlibat dalam ajang yang dimulai hari ini hingga 9 September, terutama Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI). Tak urung, banyak pengalaman baru yang membuat penyelenggara tergagap mengikuti ketentuan Konfederasi Bola Voli Asia (AVC).

Pengundian (drawing) peserta, yang sesungguhnya bisa jadi sajian menarik, terpaksa diadakan seadanya karena disesuaikan dengan kedatangan delegasi teknis AVC, Shanrit Wongprasert, yang meninjau lokasi pertandingan.

Panitia pun terlihat tidak siap saat Shanrit memberi kesempatan mereka untuk memilih laga yang pantas ditempatkan di hari pembuka. Padahal, penempatan pertandingan unggulan memang menjadi hak tuan rumah untuk menarik minat penonton.

Pengalaman baru lainnya adalah peraturan pertandingan yang unik untuk turnamen sekelas Kejuaraan Asia. Tak ada partai final untuk menentukan tim terbaik yang menyandang predikat nomor satu. Penentuan pemenang dilakukan dengan memodifikasi sistem setengah kompetisi.

Sejak awal, keistimewaan sudah diberikan kepada tuan rumah dan tiga tim terbaik Asia, yaitu Jepang, China, dan Korea Selatan, untuk lolos ke delapan besar. Empat tempat tersisa diperebutkan 13 negara lain yang terbagi dalam empat grup. Juara tiap grup bergabung dengan empat tim unggulan dan kedelapan tim ini dibagi lagi menjadi dua grup. Setelah menyelesaikan pertarungan di dalam grup, masing-masing tim dalam satu grup akan berhadapan dengan setiap tim yang berada di grup lainnya.

Pada akhirnya, setiap tim di delapan besar akan bermain tujuh kali dalam sistem setengah kompetisi. Modifikasinya dilakukan dengan menempatkan laga antara dua tim yang menempati peringkat pertama tiap grup pada hari terakhir sebagai puncak seluruh kompetisi.

Saat juara tiap grup maju ke delapan besar, peringkat kedua dan ketiga tiap grup melanjutkan kompetisi di paruh bawah klasemen. Sistem serupa seperti yang diterapkan di delapan besar digunakan untuk menentukan peringkat tim urutan 9-17.

PP PBVSI pun harus mengadopsi peraturan penentuan peringkat tim dalam klasemen. Sebelumnya, peringkat ditentukan berdasar nilai kemenangan, dilanjutkan dengan rasio set menang-kalah, dan terakhir rasio jumlah angka tiap menang-kalah. Di sistem yang baru, urutan penentu adalah nilai kemenangan, rasio angka menang-kalah, dan rasio set menang-kalah.

"Ini hal baru bagi kita. Setelah ini, semua kejuaraan bola voli tingkat nasional yang berlangsung dengan sistem setengah kompetisi harus memakai sistem ini," ujar Ketua Bidang Pertandingan Panitia Thaher Ali.

Ucapan selamat datang tak hanya perlu disampaikan kepada peserta asing. Ucapan serupa juga perlu bagi penyelenggara: selamat datang di kerumitan menggelar sebuah Kejuaraan Asia!

sumber: kompas