Laga Perdana, Indonesia Sukses Menghempaskan Perlawanan Thailand
Written by Esti Fauziah   
Tuesday, 04 September 2007

INA

Sorak sorai membahana, begitu smesh tajam Joni Sugiyatno menghujam di lapangan permainan  Thailand, dan membuat set ke-5 berakhir dengan skor 15-12 untuk Indonesia.Pada pertandingan perdananya, tim Merah Putih di Sampoerna Hijau Asian Volleyball Championship berhasil mempecundangi Thailand 3-2 (25-23, 22-25, 25-18, 22-25, 15-12). Bertanding di grup E, pertandingan dimulai tepat pukul 16.00 WIB di Istora Senayan.

Menurunkan 7 pemain starter M. Riviansyah, setter Didi Irwandi, Joni Sugiyatno, Joko Murdianto, Rudi Tirtana, Affan Priyo W., dan libero Fadlan, pada awal pertama  timnas Indonesia unggul dengan skor 25-23. Timnas Indonesia selalu leading dengan selisih skor yang ketat. Pada kedudukan 18-15 untuk Indonesia, salah seorang pemain Thailand, Pongsakron (12) mengalami cedera pada jari tanggannya, dan memaksa pelatih untuk menurunkan Theerayut (2).Sebuah serangan variasi dari Didi Irwandi dan Joni Sugiyatno mengakhiri set pertama. 

Set kedua pertandingan berjalan cukup alot. Tim merah putih masih mempertahankan formasi awal. Namun, pada set kedua, seringkali serangan yang dibangun oleh timnas gagal dan berhasil dibendung oleh Supachai (kapten tim Thiland) dkk.

Acapkali tertinggal dalam perolehan nilai, malah pada skor 10-13 terjadi salah pengertian antara Didi Irwandi dengan quicker Joni Sugiyatno, sehingga bola lewat dari jangkauan Joni, bahkan Rudi yang berada pasa posisi 4 tidak sanggup mengembalikan bola dengan baik dan menyangkut di net, mengakibatkan poin bertambah untuk Thailand 10-14. 

Pada set kedua, tim Merah Putih juga acapkali melakukan kesalahan sendiri pada service. Jump serve Rudi Tirtana out, dan service Joko tidak menyeberang net. Seketika Istora terdiam, ketika smesh dari Joko Murdianto, pemain yang memperkuat Jakarta Sananta itu dinyatakan out oleh wasit, dan membuat pertandingan berakhir 22-25 untuk Thailand. 

Memasuki set ketiga, performa timnas mulai meningkat. Bola-bola variasi open spike, double step dan pola permainan cepat dengan mengandalkan bola quick dari Joni Sugiyatno dan Affan, berhasil membuyarkan pertahanan Thailand. Set set ketiga berakhir 25 – 18 untuk Indonesia ketika service T. Wanchai (3) terlalu lemah dan tidak berhasil menyeberang ke lapangan permainan Indonesia. 

Setelah beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, pada pertengahan set keempat, Joko Murdianto digantikan oleh Nur Widiyanto. Pemain yang tergabung di Samator pada Proliga 2007 yang lalu itu sebenarnya baru pulih dari cedera engkel. Namun, peraih predikat Top Scorrer pada Proliga 2007 tersebut berhasil menunjukkan permainan yang cukup menawan.

Asisten pelatih timnas Indonesia Machfud Irsyada menyatakan ”Nur Widiyanto itu kalau main seolah ndak niat .””Tapi dia selalu bermain taktis dan pukulannya selalu mematikan”, lanjut Machfud. Namun set keempat, kapten Thailand Supachai berulangkali melakukan smesh yang tak mampu dibendung oleh block pemain Indonesia. Set keempat berakhir dengan skor 22-25 untuk Thailand setelah block Affan keluar. 

Memasuki set penentuan, pelatih Indonesia masih belum berani mengganti susunan pemain yang diturunkan sejak awal, dengan alasan mempertahankan tempo dan ritme permainan. Selalu unggul dalam perebutan poin, kepercayaan diri para pemain Indonesia pulih kembali. Smesh tidak terlalu keras dari Nur Widiyanto namun mengarah ke bagian yang kosong di  pojok belakang lapangan Thailand mengubah keadaan menjadi 7-6 untuk Indonesia.

Pada kedudukan imbang 7-7, variasi serangan bola semi jalan dari Affan telak menghijam di dalam garis serang Thiland tanpa ada satupun block, sehingga menambah point untuk timnas Indonesia 8-7. Setelah berpindah lapangan, Indonesia semakin menguasai permainan. Berulang kali bola – bola open berhasil diselesaikan dengan manis oleh Rudi Tirtana dan M. Riviansyah.

Pada saat kedudukan 11-9, pelatih menarik Didi Irwandi yang berada di posisi 3 dan menggantikannya dengan Brian Alfianto. Sedangkan Erwin Rusni masuk menggantikan Nur Widiyanto yang berada di posisi 1. Rupanya strategi ini berjalan dengan baik, dan timnas Indonesia berhasil menyudahi pertandingan di set kelima setelah smesh Joni Sugiyatno berhasil lolos dari block pemain Thailand. 

Ditemui seusai pertandingan, asisten pelatih Machfud Irsyada menjelaskan, bahwa Didi Irwandi sengaja ditarik keluar pada poin-poin terakhir, dan memasukkan Brian Alfianto.”Hal ini dilakukan untuk memperkuat serangan dan block, karena ada 3 spiker di depan. Ketika Didi di depan, seringkali dia dijadikan target, karena posturnya yang lebih pendek”. 

Dukungan sekitar 1000 suporter tuan rumah cukup menambah semangat bertanding dari pemain Indonesia. Tak henti-henti penonton memberikan dukungan sepanjang pertandingan.  

Mengomentari hasil pertandingan, Manajer tim Thailand Thaiyai Chookiyat mengatakan ”Hari ini Indonesia bermain bagus. Pertahanan Indonesia kuat, sehingga sulit bagi kami untuk menembus.”Lebih lanjut Chookiat menandaskan bahwa Indonesia adalah tim yang kemampuan individunya lengkap.”Tim kami cukup kelelahan, setelah menjalani 2 pertandingan sebelumnya yang berlangsung cukup keras”(ef)

Last Updated ( Tuesday, 04 September 2007 )