Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profil Pemain arrow Yunita Sari Ayu Iddha : Senyum Sang Blocker
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1433
mod_vvisit_counterYesterday1503
mod_vvisit_counterThis week8449
mod_vvisit_counterThis month38801
mod_vvisit_counterAll7004151

sloganvoli.jpg

Yunita Sari Ayu Iddha : Senyum Sang Blocker PDF Print E-mail
Written by Esti Fauziah   
Wednesday, 09 June 2010

Istora Senayan, 16 Mei 2010. Teriakan penonton semakin gaduh saat partai final Proliga 2010, Jakarta BNI 46 melawan Jakarta Electric PLN, memasuki set ketiga. Raut muka para pemain BNI 46 cemberut seperti putus asa setelah tertinggal 0-2. Tiba-tiba salah satu pemain ditarik dan masuklah Yunita Sari Ayu. Pemain bernomor punggung 15 ini memasuki lapangan sambil tersenyum lebar.

Senyuman Yuni--biasa ia disapa--seperti mampu menyihir rekan-rekannya yang ada di lapangan. Raut muka yang sudah kusut karena berkerut berganti menjadi keceriaan. Semua orang yang sempat berpikir BNI 46 bakal kalah 0-3 terkejut. Pemain BNI 46 berhasil mengatasi kondisi kritis set ketiga hingga menang 25-23. Dua set selanjutnya BNI kembali unggul, sehingga menang 3-2.  

Yuni sempat terpukul ketika timnya tertinggal 0-2. Tapi, saat mengetahui bakal diturunkan pada set ketiga, ia kembali bersemangat. "Saat itu blocker-nya kurang kuat jadi saya diminta masuk. Pelatih bilang pada saya agar bermain lepas saja," katanya.  

Asisten pelatih BNI, Sukirno, menyatakan ia sengaja memasukkan Yuni untuk mengembalikan moral pemain yang runtuh dan nyaris frustrasi. "Yuni orangnya banyak senyum, itu membuat suasana permainan kami menjadi lebih ceria. Akhirnya kami bisa menang," kata Sukirno.  

Bermain di Proliga 2010 ini merupakan pengalaman pertama bagi Yuni. Ia mulai berlatih voli sejak masih kecil menuruni bakat ayah-ibunya, yang merupakan atlet daerah. Gadis kelahiran Samarinda 19 tahun lalu ini memulai kariernya dari klub Camar di daerahnya. Ia hanya bertahan setahun kemudian pindah ke Gajah Mungkur hingga sekarang.  

Nama Yuni mulai masuk daftar pemain voli incaran pelatih nasional sejak ia sering bermain di kejuaraan tingkat sekolah menengah pertama dan tingkat nasional membela daerahnya, Samarinda.  Dari sanalah Yuni mulai dikenal pengurus cabang voli pusat. Ia mendapat kesempatan mengikuti program Training Camp selama 6 bulan bersama 32 atlet junior lainnya di Havana, Kuba, pada 2007. "Itu kali pertama saya ke luar negeri. Saat Idul Fitri di sana, saya salat di diskotek karena tidak ada masjid," kata bungsu dari empat bersaudara pasangan Muhammad Jali dan Parida ini.  

Yuni memperkuat tim Indonesia untuk bermain di Kejuaraan ASEAN Junior 2008 dua kali. "Di Taiwan ranking keenam dan di Jember kedua," katanya. Ia menyukai perannya sebagai blocker karena merasa puas setiap kali bisa mematahkan smes lawan.  Kesuksesannya di tingkat junior inilah yang membuat pelatih nasional memanggilnya masuk pelatnas SEA Games Laos 2009. "Surat panggilannya April, tapi saya baru bergabung setelah ujian akhir SMA bulan Mei."  

Masuk pelatnas adalah cita-citanya sejak remaja untuk mengikuti pemain voli idolanya, Siti Nurjanah. "Ia dulu bilang saya masih muda, jadi harus berlatih keras agar bisa menjadi atlet pelatnas," kata Yuni. Ia masih ingat saat bertemu dan berfoto dengan Siti Nurjanah di sebuah hotel di Balikpapan setelah sang idola bermain di sana.  Yuni menjadi satu-satunya atlet pelatnas yang bukan berasal dari klub. Ia ditarik mewakili daerahnya bertanding di tingkat nasional. "Tidak ada perasaan minder, karena sama-sama dipanggil," kata pengagum Malika, pemain voli all round dari Thailand, dan open spiker Sheila Castro dari Brasil ini.  

Sejak itulah tawaran dari klub berdatangan. "Saya langsung diajak BNI 46 bermain di Proliga, selain itu diajak Petrokimia bermain di Livoli (Liga Bola Voli)," kata staf Administrasi Perusahaan Gas Alam PT Badak di Samarinda ini.  Kesuksesannya membawa tim BNI 46 menjadi juara Proliga tahun ini semoga bisa meyakinkan pelatih agar tahun depan ia mendapat panggilan untuk bermain lagi. "Ketagihan ingin main Proliga lagi," katanya.

Yunita Sari Ayu Iddha

Tinggi dan berat badan: 175 sentimeter/64 kilogram

Prestasi:

- Runner-up Kejuaraan ASEAN Junior di Jember, Jawa Timur, 2008

- Perunggu SEA Games Laos 2009

- Juara Proliga 2010 atas nama tim Jakarta BNI 46

Sumber : Koran Tempo

Last Updated ( Wednesday, 09 June 2010 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=