Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profil Pemain arrow VELEG DHANI RISTAN KRISTIAWAN
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1402
mod_vvisit_counterYesterday1503
mod_vvisit_counterThis week8418
mod_vvisit_counterThis month38770
mod_vvisit_counterAll7004120

sloganvoli.jpg

VELEG DHANI RISTAN KRISTIAWAN PDF Print E-mail
Written by marto   
Saturday, 11 December 2010

Selalu Kangen
Jawapos, 9-12-2010, MENINGGALKAN daerah asal bukan berarti mampu meninggalkan semua kenangan yang pernah dijalani. Itulah yang dialami libero tim bola voli putra Surabaya Samator Veleg Dhani Ristan Kristiawan.

-- Photo by : Esti --

Dua tahun menjalani hidup di Surabaya yang bising membuat dia merindukan kampung halaman di Pacitan yang tenang. Pebola voli yang akrab disapa Veleg itu mulai meninggalkan kota kelahirannya yang terletak di perbatasan Jatim dengan Jateng itu pada 2008.

Di usianya yang saat itu baru menginjak 18 tahun, Veleg sudah harus hidup mandiri untuk menggapai im pian menjadi pevoli andal di Su rabaya.

’’Di awal-awal tinggal di sini (Surabaya,Red) saya memang sempat tidak betah. Di sini gerah dan ramai, beda dengan di Pacitan yang lebih sejuk,’’ ungkap pria kelahiran 24 Oktober 1990 itu.

Menurut Veleg, suasana di kampung halamannya yang terletak di Desa Belah, Kecamatan Donorojo, Pacitan, memang masih pedesaan. Di sana masih banyak sawah. Sungainya juga masih bersih.

Veleg menyesal pada saat liburan di Pacitan seusai membela timnas di ajang Asian Games, dia tidak sempat jalan-jalan di kota yang juga tempat kelahiran Presiden SBY itu.

Ya, Veleg memang sengaja memanfaatkan waktu libur tiga hari di rumah saja untuk berkumpul dengan keluarga. Padahal, awalnya dia sempat berencana menghabiskan liburan dengan kembali menyalurkan hobi memancingnya.

Meski selalu teringat Pacitan, Veleg belum berpikir untuk kembali ke kabupaten yang tertinggal itu. Tapi, bukan berarti dia tak mau kembali lagi ke Pacitan. (ren/c2/tom)

Last Updated ( Tuesday, 14 December 2010 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=