Skip to content

martoloyo simbah

Narrow screen resolution Wide screen resolution Increase font size Decrease font size Default font size    Default color brown color green color red color blue color
You are here: Beranda arrow Berita arrow Profil Pemain arrow Quicker Penyuka Akuntansi
Skip to content

Login Form






Lost Password?

Visitors Counter Since 4 Feb 2012

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday1454
mod_vvisit_counterYesterday1503
mod_vvisit_counterThis week8470
mod_vvisit_counterThis month38822
mod_vvisit_counterAll7004172

sloganvoli.jpg

Quicker Penyuka Akuntansi PDF Print E-mail
Written by Luth Uyek Fahlawa   
Tuesday, 27 December 2011

Dengan tinggi badan 170 sentimeter, sudah cukup bagi Rasha Anandya diberi kepercayaan sebagai quicker, posisi yang menuntut pemain bermain lincah dan variatif melakukan serangan. Di posisi itu, Rasha turut berkonstribusi bagi klubnya, Tugu Muda, meraih sejumlah gelar

Voli bisa dikata menjadi pilihan hidup bagi pemain yang lahir di Semarang 17 tahun silam itu. Semua bermula ketika masih berumur 10 tahun, waktu itu masih duduk di kelas V SD, Rasha sering menonton sang ibu bermain voli. Dari situ, bungsu dari tiga bersaudara ini tertarik dan ikut latihan bersama Museum Mandiri.

Di sana, bakat dan kemampuan Rasha mulai terasah. Setahun kemudian, Rasha pindah ke Ardin Undip. Baru ketika duduk di kelas I SMP, dia beralih ke Klub Tugu Muda hingga kini. Dengan klubnya sekarang, siswa kelas XII SMAN 5 Semarang itu beberapa kali merasakan gelar juara.

Pada Livoli divisi I di Blora 2009, dia mengantarkan timnya masuk delapan besar. Prestasi yang sama ditorehkan di Kejurnas Antarklub Tangerang 2009. Setahun kemudian, timnya masuk lima besar Kejurnas Antarklub di Purwokerto.

Yang terakhir adalah pada turnamen voli Pervis 2011 Antarklub Kota Semarang. Tugu Muda sukses mempertahankan gelar juara empat kali berturut-turut. Sungguh pencapaian yang luar biasa, mengingat persaingan dari klub lain semakin ketat.

Segudang prestasi itu tentunya tidak diraih instan. Selain kekompakan dalam tim, latihan rutin dan disiplin masing-masing pemain menjadi kunci sukses. Sebagai siswa kelas III yang tahun depan harus menghadapi ujian nasional, Rasha harus pintar-pintar membagi waktu. "Biasanya kalau pulang dari latihan, saya langsung istirahat. Tidur pukul 09.00 atau pukul 10.00. Nanti bangun pukul 03.30, lalu belajar," katanya.

Berkat kegigihannya itu, dia dipanggil masuk tim Jateng yang diturunkan di Popnas 2011 di Riau beberapa waktu lalu. Diakui Rasha, bisa tampil di kejuaraan tingkat nasional memberi kebanggan tersendiri. Sekalipun timnya tidak menang dan hanya mendapat runner-up, dia merasa pertandingan itu istimewa.

Apalagi untuk masuk ke dalam tim itu, dia harus bersaing dengan sejumlah pemain hebat lainnya di Jateng. "Kejuaraan itu paling mengesankan karena waktu itu kami sangat kompak, meski tidak menang di final," ungkap pemain yang hobi jalan-jalan ini.

Bukannya tak percaya dengan masa depan seorang atlet, Rasha pun berpikir untuk menyiapkan masa depan. Usia lulus SMA, dia akan kuliah mengambil jurusan sesuai dengan pelajaran favoritnya sekarang, yakni akuntansi. Dia melihat profesi akuntan cukup menjanjikan.

Sumber : Suara Merdeka

Last Updated ( Wednesday, 28 December 2011 )
 
< Prev   Next >
Top .clearfix { display: inline-block;} !-- BEGIN: SPOTLIGHT -- 1); /*screen tool*/ ??php if ( mosCountModules( 'left' ) || ($subnav) ) { ? !-- BEGIN: LEFT SIDE --Contentja-cert src=