Sempat Malu dengan Tinggi Badan
Written by Luth Uyek Fahlawa   
Thursday, 19 January 2012

Semarang (Suaramerdeka.com) - RASANYA sudah tepat pilihan Rika Dwi Latri untuk fokus pada bola voli. Dengan tinggi badan 184 cm, Rika--begitu dia disapa--sudah memiliki modal berharga menjadi pemain ideal. Hanya, di usianya yang masih sangat muda, yakni 15 tahun, Rika masih harus mengasah kemampuan agar lebih matang.


Dengan badan yang tergolong tinggi untuk teman seumurnya, Rika mulanya malu. Alasannya, setiap kali berada di tengah keramaian, dirinya lebih mudah terlihat. Akan tetapi, setelah berlatih dan banyak mengikuti pertandingan bola voli, mentalnya lebih tertempa.

"Sekarang lebih percaya diri karena sering tampil di lapangan dengan dilihat banyak orang. Di tempat umum, sekarang saya lebih percaya diri. Dengan main voli pun aku punya teman lebih banyak," kata siswi kelas IX SMPN II Purwodadi itu, di sela seleksi Program Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Voli Jateng di GOR Satria, belum lama ini.

Presasi tertingginya adalah tampil bersama tim putri Popsivo Polwan di Livoli Divisi Utama 2011. Itu adalah kesempatan langka. Tidak semua pemain berkesempatan memperkuat tim yang akhirnya menjadi juara itu, meski dirinya belum diberi kesempatan untuk bermain.

Dia masih harus bersaing dengan sejumlah nama tenar seperti Ayu Cahyaningsiam dan Desy Saptiarini. Namun dari liga nasional itu, Rika belajar banyak teknik bermain voli yang benar.

"Dari situ saya bisa belajar. Pengalaman bermain pun bertambah. Masih banyak yang harus saya perbaiki. Dengan arahan pelatih nantinya, saya ingin mempelajari tidak hanya teknik namun juga strategi," kata pemain yang suka pelajaran Bahasa Indonesia itu.

Dengan potensi seperti itu, Rika beberapa kali ditawari bergabung dengan daerah lain seperti Jatim dan Sekolah Olahraga Ragunan Jakarta. Akan tetapi anak nomor dua dari empat bersaudara itu dengan tegas menolak dan menyatakan tetap ingin di Jateng dan bertahan di klubnya sekarang. ''Mitra yang membesarkan saya. Masa air susu dibalas air tuba,'' tandasnya.

Di klubnya, Rika semakin tekun berlatih. Dalam seminggu dia bisa berlatih empat hari, dua hari dipakai latihan dengan bola, sisanya latihan fisik. Seperti kebanyakan pemain, Rika pun merangkak dari bawah. Berbagai kejuaraan mulai dari tingkat kabupaten hingga Jateng pernah dia ikuti. Ditanya soal cita-cita, dengan mantap dia menjawab ingin menjadi pemain nasional.

Last Updated ( Thursday, 19 January 2012 )