Belum Ada Sponsor Sekuat Rokok
Written by Administrator   
Thursday, 10 January 2019

jawapos.com - SEANDAINYA hadiah Proliga lebih besar daripada Rp 1,5 miliar, tentu akan lebih menarik minat peserta. Setidaknya, hal itu bisa membantu pembiayaan. Masalahnya, saat ini saja PP PBVSI sulit mencari sponsor kompetisi. Pada awal berdiri, Proliga sempat didukung penuh oleh sebuah perusahaan rokok. Namun, kerja sama tersebut berhenti pada 2011.

Pada 2012-2014, induk olahraga voli nasional itu sukses menggandeng Bina Sarana Informatika sebagai partner. Lalu, pada 2015-2016, sponsor utamanya adalah Pertamina. "Memang nggak gampang. Tiap tahun kami mencoba ke perusahaan-perusahaan, tapi hasilnya ya seperti yang bisa dilihat," kata Wakil Direktur Proliga Reginald Nelwan.

Ada tidaknya sponsor utama, disebut Regi, tidak menjadi masalah. Bagi PP PBVSI, yang terpenting adalah kompetisi bisa berjalan. "Kami ingin bola voli jadi ramai ditonton orang," ujarnya.

Mengenai makin sedikitnya peserta, PP PBVSI juga gencar mendekati berbagai perusahaan untuk membentuk tim voli. Hal itu biasanya dilakukan saat pergelaran Livoli. Ajang kompetisi amatir tersebut jadi media untuk mengenalkan Proliga.

Selain itu, PBVSI membentuk tim Jakarta Garuda yang meramaikan persaingan sektor putra musim ini. Direktur Proliga Hanny Surkatty mengungkapkan, Garuda bisa jadi tim percontohan. "Bahwa tidak mahal ikut Proliga. Modal kami paling hanya 30 persen dari pengeluaran klub-klub peserta saat ini," katanya. Hal tersebut bisa dimaklumi karena Garuda mengandalkan pemain muda.